Liputan6.com, Bandung- Sekretariat DPRD Kota Bandung memastikan kesiapan pelaksanaan sidang paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (25/9/2026).
Sekretaris DPRD Kota Bandung Yasa Hanafiah mengatakan, berbagai tahapan persiapan telah dilakukan mengikuti arahan pimpinan DPRD Kota Bandung. Kesiapan tersebut mencakup pelaksanaan agenda persidangan hingga pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Advertisement
Hal itu disampaikan Yasa setelah memimpin rapat koordinasi persiapan paripurna yang melibatkan Polrestabes Bandung, Koramil, serta sejumlah perangkat daerah di ruang Auditorium DPRD Kota Bandung.
“Meski masuk agenda tahunan, persiapan secara matang tetap kita laksanakan dengan baik sesuai dengan arahan seluruh pimpinan DPRD Kota Bandung,” ujar Yasa.
Pengamanan Libatkan Polri, TNI, Satpol PP, dan Pamdal
Tak hanya mematangkan teknis pelaksanaan sidang, Sekretariat DPRD Kota Bandung turut menyiapkan aspek pengamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung. Sejumlah unsur dilibatkan, mulai dari Polri, TNI, Satpol PP, hingga Pengamanan Dalam (Pamdal) DPRD Kota Bandung.
Sidang paripurna HJKB ke-216 dijadwalkan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Meski demikian, Yasa menjelaskan waktu pelaksanaan masih akan menyesuaikan dengan rangkaian kegiatan yang terlebih dahulu berlangsung di Balai Kota Bandung.
Wali Kota Bandung bersama unsur lainnya direncanakan bertolak dari Balai Kota menuju Gedung DPRD Kota Bandung menggunakan Bandros, kendaraan tradisional khas Bandung.
Selain itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga dijadwalkan menghadiri rangkaian peringatan HJKB ke-216. Para kepala daerah se-Jawa Barat turut diundang untuk menghadiri kegiatan tersebut.
“Hari ini kita mengadakan gladi sebagai persiapan akhir menjelang paripurna,” kata Yasa.
Sekretariat DPRD Sampaikan Permohonan Maaf kepada Warga
Menjelang pelaksanaan sidang paripurna, Yasa turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Pasalnya, rangkaian kegiatan serta pengamanan yang dilakukan di sekitar Gedung DPRD Kota Bandung berpotensi berdampak terhadap aktivitas warga.
“Sebagai Sekretaris DPRD, saya juga mohon maaf jika ada masyarakat yang terganggu aktivitasnya di sekitar Gedung DPRD,” pungkasnya.