Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi awal musim hujan di Indonesia tahun ini akan mengalami kemunduran. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan, penundaan ini dipicu oleh masuknya fenomena El Nino pada fase yang sangat kuat.
"Harapan kita gitu agar musim hujan segera datang. Tapi karena El Nino sekarang posisinya sangat kuat fasenya, sehingga musim hujan di Indonesia itu akan sedikit mundur, ya," kata Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Advertisement
Faisal menjelaskan, sejumlah daerah baru akan memasuki musim hujan pada Oktober 2026, terutama wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan seperti Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.
Sementara itu, wilayah lainnya diperkirakan baru menyusul pada November hingga Desember.
Puncak musim hujan diproyeksikan terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Kendati demikian, BMKG memberikan perhatian khusus pada durasi hujan tahun ini yang diperkirakan lebih singkat dari biasanya.
Imbauan BMKG
"Dan puncaknya nanti musim hujan di Desember, Januari, Februari. Cuma ada satu hal yang kita khawatirkan saat ini karena sifat hujannya untuk musim hujan ini adalah normal, tapi durasinya lebih pendek," jelas Faisal.
Mengingat durasi hujan yang memadat dalam waktu lebih singkat, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor.
"Sehingga kita khawatirkan terkait dengan peningkatan dari bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan longsor nantinya," pungkas Faisal.