Liputan6.com, Jakarta - Temuan Ombudsman soal fasilitas mewah di Lapas Cibinong bikin heboh. Fasilitas mewah yang dimaksud berupa bangunan menyerupai rumah satu lantai lain dengan perabotan premium. Ada pula yang dibuat menyerupai indekos eksektutif.
Liputan6.com berkesempatan melihat langsung fasilitas mewah yang dimaksud Ombudsman tersebut. Namun, kunjungan itu terbatas dan dikawal petugas lapas.
Advertisement
Untuk menuju area bangunan-bangunan itu, Liputan6.com harus melewati area gerbang pembatas yang dijaga petugas. Pada pintu pagar berkelir cokelat terdapat tulisan area rumah dinas Lapas Kelas IIA Cibinong. Setelah berjalan memasuki area pagar, terdapat akses pagar yang pada bagian atas bertuliskan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Terlihat sejumlah warga binaan sedang beraktivitas dan salah satu warga binaan sedang membersihkan halaman. Petugas Lapas Cibnong mengarahkan ke salah satu rumah dinas yang sempat didatangi Ombudsman.
"Jadi ini merupakan salah satu rumah dinas yang ditempati salah satu Kasubsi," ujar Kepala KPLP Lapas Cibinong, I Gusti Bagus Widya Putra, Kamis (24/9/2026).
Total 13 Rumah
Terdapat 13 rumah dinas pada area belakang Lapas Cibinong. Tiga di antaranya untuk para pimpinan dan satu sebagai mess, serta sisanya kasi dan petugas kesehatan.
"Di sini ada 13 rumah dinas. Ada rumah dinas Kasi Kamtib, rumah dinas pejabat lain, dokter, perawat, dan petugas lainnya," jelas Gusti.
Liputan6.com memasuki salah satu rumah dinas bercat putih. Saat memasuki area dalam, terdapat TV 50 inc, kulkas, sofa, AC, kipas angin gantung dan bagian belakang rumah terdapat perkebunan. Rumah tersebut salah satu rumah yang didatangi Ombusdman RI pada sidak kemarin.
"Artinya itu faktanya memang bukan untuk warga binaan. Ada surat SK-nya juga, penetapannya dari Pak Kalapas terkait penetapan pengisian rumah dinas," terang Gusti.
Temuan Ombudsman
Sebelumnya, Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Barat mendatangi Lapas Kelas IIA Cibinong. Kedatangan rombongan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat guna menindaklanjuti polemik Lapas Cibinong saat kedatangan Ombudsman RI.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno mengatakan, kedatangannya ke Lapas Cibinong untuk menindaklanjuti terkait temuan Ombdusman. Pihaknya melakukan pendalaman terkait kunjungan Ombudsman ke Lapas Cibinong.
"Saya ingin menyampaikan pendalaman awal saja, karena pendalaman tetap berjalan dan nanti akan dilanjutkan oleh tim yang sedang melakukan pendalaman," ujar Yudi, Kamis (24/9/2026).
Adapun adanya laporan kamar berfasilitas mewah dan ditemukan sejumlah warga binaan, Yudi menegaskan, bahwa lokasi tersebut merupakan lokasi asimilasi.
Dahulunya lokasi tersebut merupakan sarana asimilasi dan edukasi kepada warga binaan.
"Di sana terdapat beberapa rumah dinas jabatan. Jadi rumah yang didatangi oleh Tim Ombudsman adalah rumah-rumah dinas jabatan yang memiliki SK Rumah Jabatan," jelas Yudi.
Meskipun begitu, Ditjenpas Jawa Barat akan melakukan pendalaman apabila di lokasi tersebut terdapat hal yang tidak sesuai. Pihaknya akan menindaklanjuti dan melaporkan kepada kementerian apabila terdapat temuan yang perlu dilakukan perbaikan.
"Ini sedang kami dalami oleh tim. Komitmen pimpinan, kami akan lakukan pemeriksaan dan akan kami tindak sesuai aturan secara proporsional," terang Yudi.
Yudi menilai, lokasi asimiliasi di suatu lapas berbeda dengan lapas lainnya. Adapun lokasi asimiliasi yang berada di Lapas Cibinong, merupakan area rumah dinas Lapas Cibinong.
"Itu adalah kompleks perumahan dinas yang di dalamnya ada sarana asimilasi dan edukasi. Penghuninya bekerja di rumah tersebut pada siang hari, pagi sampai sore, sebagai sarana asimilasi dan edukasi," ucap Yudi.