Presiden Argentina Cap PBB Organisasi Tidak Berguna

Sejak Milei menjabat, Argentina beberapa kali mengambil posisi yang berseberangan dengan mayoritas negara anggota PBB dalam sejumlah pemungutan suara.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 24 September 2026, 16:01 WIB
Presiden Argentina Javier Milei berpidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di Markas Besar PBB, Rabu (23/9/2026). (Dok. AP Photo/Seth Wenig)

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Argentina Javier Milei mengatakan dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB pada Rabu (23/9/2026), organisasi tersebut telah melanggar perjanjian suci yang menjadi dasar pendiriannya. Menurut dia, PBB gagal menjalankan tugas utamanya, sementara dalam banyak hal malah sibuk menangani persoalan yang berada di luar mandatnya.

Dalam pidatonya yang ketiga di sidang Majelis Umum PBB, Milei menggarisbawahi ia ingin berbicara dalam semangat konstruktif mengenai tiga hal: apa yang seharusnya dilakukan PBB tetapi gagal dijalankan, apa yang seharusnya tidak dilakukan tetapi justru dilakukan, serta sikap organisasi itu terhadap kecerdasan buatan (AI).

Milei menyebut PBB telah berubah menjadi "organisasi tidak berguna yang hanya bertujuan mempertahankan kelompok parasit arogan yang berpura-pura menjadi birokrat berniat baik".

Ia juga menuding PBB membiarkan kekacauan, kekerasan, dan terorisme berkembang, melindungi pemerintahan diktator, sementara negara-negara anggotanya secara sistematis memberikan suara yang menentang Israel.

"Yang Tidak Ada adalah Konsekuensi"

Beralih ke persoalan Kepulauan Falkland (Malvinas), yang disebutnya sebagai perjuangan nasional, Milei menuduh PBB memilih menutup mata ketika berbagai perubahan sepihak terus berlangsung meski Resolusi 31/49 telah diadopsi 50 tahun lalu.

"Bukan kata-kata atau resolusi yang kurang. Yang tidak ada adalah konsekuensi," katanya seperti dikutip dari situs web PBB.

Milei mengatakan Sea Lion, proyek pengembangan ladang minyak lepas pantai di utara Kepulauan Falkland (Malvinas), terus bergerak menuju tahap produksi dengan menggunakan izin yang diterbitkan Inggris. Argentina, kata dia, menolak izin tersebut karena dianggap ilegal dan tidak sah.

Ia kembali menegaskan posisi Argentina bahwa prinsip penentuan nasib sendiri tidak berlaku dalam kasus ini karena penduduk di wilayah tersebut ditempatkan oleh kekuatan pendudukan di wilayah yang kedaulatannya masih disengketakan.

Menurut Milei, Argentina telah melayangkan protes, menjatuhkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam eksploitasi minyak di landas kontinen yang disengketakan, serta mengajukan rancangan undang-undang mengenai pertahanan kedaulatan kepada Kongres.

Ia kembali menyerukan agar Inggris bersedia melanjutkan perundingan.

 

"Anarki dan Tirani"

Milei menyebut PBB telah membangun "mesin birokrasi raksasa" yang berusaha mengatur bagaimana warga seharusnya menjalani kehidupan mereka.

Ia kemudian menyinggung pandemi dan menyebut kebijakan lockdown yang diwajibkan pemerintah sebagai "eksperimen global untuk mengendalikan masyarakat dengan dalih ilmu pengetahuan". Menurut Milei, pandangan itu menjadi salah satu alasan Argentina keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ia mengatakan Argentina kini mendorong sistem ekonomi yang memberi ruang lebih besar bagi kebebasan berusaha dan tengah memperkuat kembali militernya. Dalam kebijakan luar negeri, Argentina telah secara tegas menyelaraskan diri dengan Barat, terutama Amerika Serikat dan Israel.

Milei turut mengecam serangan Iran terhadap Israel.

Hindari Regulasi AI secara Preventif

Mengenai AI, Milei mengatakan setiap revolusi teknologi selalu memunculkan kekhawatiran bahwa lapangan pekerjaan akan hilang, tetapi menurut dia kekhawatiran semacam itu tidak pernah benar-benar terwujud.

Milei menuturkan Argentina ingin menjadi salah satu negara yang paling mengedepankan kebebasan dalam pengembangan AI. Pemerintah, kata dia, tidak akan terburu-buru membuat regulasi sebelum teknologi tersebut berkembang, akan menetapkan batas tanggung jawab hukum bagi perusahaan yang menggunakan agen AI, serta memberikan insentif pajak.

Argentina akan tetap berpartisipasi dalam forum-forum multilateral dengan itikad baik, kata Milei, "tetapi kita tidak boleh menyamakan kerja sama dengan ketundukan".

"Tidak ada negara yang otomatis dijamin memperoleh tempat dalam sejarah," katanya. "Kami percaya Argentina masih memiliki kisah besar di masa depan. Dan kami telah memutuskan untuk maju dan meraihnya."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya