Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan pencarian terhadap lima jurnalis dan kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda tetap dilakukan.
Syafii mengatakan operasi pencarian gabungan yang sebelumnya melibatkan tim dari Banten dan Lampung kini telah dialihkan menjadi operasi rutin. Meski demikian, pemantauan tetap diperluas ke sejumlah wilayah, termasuk Bengkulu.
Advertisement
“Sampai sekarang tetap dilakukan pencarian lanjutan. Karena memang operasi kan dialihkan kepada operasi rutin,” kata Syafii di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurut Syafii, tim di Bengkulu juga mengarahkan operasi rutin ke wilayah Pulau Enggano. Namun, pencarian tidak secara khusus dipusatkan di wilayah tersebut meski sebelumnya ditemukan jenazah yang kemudian teridentifikasi sebagai salah satu korban.
“Sebenarnya tidak fokus,” ujar Syafii.
Temuan Jenazah Pertama
Syafii menjelaskan, jenazah tersebut ditemukan pada 10 atau 11 September 2026. Setelah ditemukan, jenazah diperiksa dan sejumlah informasi, termasuk pakaian yang dikenakan, diperlihatkan kepada keluarga para korban untuk membantu proses identifikasi.
Namun, saat itu tidak ada keluarga yang mengenali jenazah tersebut. Identitas korban baru dipastikan setelah dilakukan pemeriksaan DNA.
“Dan itu sudah dimakamkan. Dan waktu itu dari data-data, mulai dari pakaian, semuanya, sudah ditunjukkan ke keluarganya. Dari keluarga korban nggak ada satu pun yang mengakui. Tapi pada saat diambil tes DNA baru cocok,” katanya.