Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan HP selama kehamilan kembali menjadi perhatian setelah tinjauan 20 penelitian menemukan kemungkinan hal ini berkaitan dengan fungsi jantung janin dan masa kehamilan yang lebih pendek. Namun, hasil studi yang ada masih belum cukup untuk memastikan hubungan sebab-akibat.
Dikutip dari New Atlas, Jumat (25/9/2026), penelitian tersebut merupakan tinjauan sistematis terhadap 20 studi tentang penggunaan HP selama kehamilan.
Advertisement
“Studi yang ada masih terbatas dan sering kali bertentangan,” ucap Profesor Columbia University, Norman Kleiman.
Para peneliti menemukan beberapa studi yang mengaitkan penggunaan HP dengan perubahan pada fungsi jantung janin. Sejumlah penelitian lain juga menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara penggunaan HP dan masa kehamilan yang lebih pendek.
Namun, hasil penelitian tidak sepenuhnya sama. Beberapa studi tidak menemukan hubungan yang signifikan antara penggunaan HP dan masalah pada kehamilan atau perkembangan janin.
Salah satu penelitian yang ditinjau melibatkan 90 ibu dan menunjukkan bahwa paparan HP selama 10 menit pada tahap akhir kehamilan dikaitkan dengan penurunan jumlah darah yang dipompa jantung janin.
Penelitian lain terhadap 141 ibu menemukan perubahan detak jantung janin setelah HP aktif ditempatkan dalam jarak sekitar 20 sentimeter dari perut selama 10 menit. Namun, studi lain tidak menemukan perubahan serupa.
Ada pula penelitian terhadap 600 perempuan yang menemukan hubungan antara penggunaan HP dan kehilangan kehamilan secara tiba-tiba. Risiko ini lebih banyak terlihat pada perempuan yang melakukan panggilan lebih lama dan menggunakan aplikasi lebih banyak.
Namun, para peneliti belum bisa memastikan bahwa HP menjadi penyebab langsung dari temuan itu. Penggunaan HP berlebihan sering juga dapat berkaitan dengan gaya hidup yang lebih banyak duduk, sehingga faktor tersebut mampu memengaruhi hasil penelitian.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan Ibu Hamil?
HP memancarkan radio frequency electromagnetic fields (RF-EMF), yaitu gelombang radio yang termasuk radiasi non-pengion. Energinya lebih rendah dibandingkan sinar-X sehingga tidak cukup untuk merusak DNA secara langsung.
Para peneliti menyebut beberapa langkah sederhana untuk mengurangi paparan. Misalnya, menggunakan speakerphone atau headset berkabel, menjauhkan HP dari perut, dan mengaktifkan mode pesawat ketika perangkat tidak digunakan.
Meski ada temuan yang menuai sorotan, penelitian ini belum menyimpulkan bahwa penggunaan HP selama kehamilan pasti membahayakan janin. Para peneliti justru menilai studi dengan metode yang lebih baik masih diperlukan untuk mendapatkan jawaban yang lebih jelas.