Performa iPhone 18 Pro Varian 1TB dan 2TB Disebut Lebih Lambat, Mengapa?

iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max varian 1TB serta 2TB dilaporkan mengadopsi memori yang memiliki kecepatan penulisan data lebih lambat dibanding 256GB.

oleh Muhammad Yudha PratamaDiterbitkan 26 September 2026, 15:13 WIB
Bocoran iPhone 18 Pro Nongol di Internet, Apa Saja Pilihannya? (Doc: MacRumors/ Instant Digital)

Liputan6.com, Jakarta - iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max kapasitas 1TB dan 2TB dilaporkan mengadopsi jenis memori penyimpanan yang lebih lambat dibandingkan varian 256GB dan 512GB. Perbedaan performa ini terungkap dari hasil pengujian dalam kondisi beban kerja berat.

Mengutip laporan GSMArena, Sabtu (26/9/2026), lini iPhone 18 Pro Series sejatinya hadir dalam empat pilihan kapasitas media penyimpanan: 256GB, 512GB, 1TB, dan 2TB. Varian 256GB dan 512GB menggunakan jenis memori Triple-Level Cell (TLC) flash.

Sementara itu, varian 1TB dan 2TB dilaporkan beralih ke memori Quad-Level Cell (QLC). Meskipun teknologi QLC mampu menampung lebih banyak data dalam satu sel, kecepatan transfer datanya tercatat lebih lambat dibandingkan tipe TLC pada skenario penggunaan tertentu.

Hasil Pengujian Benchmark Homolab

Temuan ini pertama kali diungkap oleh kanal pengujian teknologi Homolab di platform Bilibili. Mereka melakukan komparasi antara iPhone 18 Pro Max varian 512GB (TLC) dengan varian 1TB (QLC).

Hasil pengujian menunjukkan adanya penurunan performa yang signifikan ketika perangkat dipaksa melakukan penulisan data (write speed) berukuran besar secara terus-menerus.

Saat memori masih kosong, Single-Level Cell (SLC) cache pada model 1TB mampu mencatatkan kecepatan tulis lebih dari 3.000 MB/s. Lapisan cache ini berfungsi sebagai penampung sementara agar proses transfer data berjalan kencang dan stabil.

Namun, setelah cache penuh, perangkat akan beralih ke lapisan penyimpanan berikutnya dengan kecepatan menurun ke kisaran 578 MB/s. Ketika lapisan tersebut ikut terisi penuh, penulisan data langsung diarahkan ke memori utama QLC yang kecepatannya anjlok ke rata-rata 79,4 MB/s, bahkan sempat menyentuh angka terendah 25,6 MB/s.

Penurunan performa kian terasa seiring bertambahnya isi penyimpanan. Saat ruang penyimpanan terisi 60%, ukuran SLC cache yang awalnya sekitar 250GB menyusut drastis menjadi 58GB.

Dalam kondisi tersebut, Homolab mencatat kecepatan tulis langsung ke memori QLC bisa merosot hingga 1,1 MB/s saat melakukan uji penulisan data secara intensif.

Tak hanya dari sisi penulisan, perbedaan juga ditemukan pada kecepatan baca acak (random read). iPhone 18 Pro Max 1TB berteknologi QLC tercatat 38% lebih lambat dibandingkan varian 512GB berteknologi TLC saat menjalankan beberapa pemrosesan data secara bersamaan.

 

Seberapa Besar Dampaknya bagi Pengguna Harian?

Siri AI iPhone 18 Pro Series. Credit: AI

Meskipun perbedaan angkanya cukup signifikan, pengujian tersebut berbasis benchmark sintetis yang mengeksploitasi beban kerja maksimal pada media penyimpanan. Kondisi ekstrem seperti ini belum tentu dirasakan dalam aktivitas pemakaian sehari-hari.

Dampak dari penurunan kecepatan memori QLC ini diperkirakan baru akan terasa saat pengguna melakukan aktivitas berat yang membutuhkan transfer data jumbo secara berkelanjutan. Contohnya seperti merekam video format ProRes atau 4K durasi panjang, memindahkan file besar dari perangkat eksternal, hingga proses pemulihan (restore) cadangan data.

Perubahan ini sekaligus menandai strategi baru dari Apple. Pada generasi sebelumnya, seperti iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max, varian 1TB dan 2TB masih mengandalkan memori jenis TLC. Sementara pada lini terbaru ini, dua varian penyimpanan tertinggi tersebut mulai bermigrasi menggunakan memori QLC.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya