Liputan6.com, Jakarta - Fungsi klakson bukan sekadar menghasilkan suara, tetapi juga sebagai alat komunikasi antara pengendara untuk memberikan peringatan kepada pengguna jalan lain.
Karena berkaitan dengan keselamatan berkendara, kondisi klakson perlu diperhatikan. Masalah seperti suara klakson yang sember, cempreng, melemah, hingga mati total sebaiknya tidak dibiarkan.
Advertisement
Gangguan tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah pada sistem getar klakson maupun jalur kelistrikan sepeda motor.
Mengutip laman Wahana Honda, Jumat (25/9/2026), terdapat sejumlah penyebab yang dapat membuat performa klakson motor menurun.
Sebelum mengganti unit klakson, pemilik kendaraan dapat melakukan pemeriksaan sederhana untuk mengetahui sumber masalahnya.
1. Endapan Air dan Kotoran pada Membran Klakson
Salah satu penyebab suara klakson berubah menjadi sember atau parau adalah adanya air dan kotoran yang masuk ke dalam rumah klakson atau horn disc.
Kondisi ini bisa terjadi setelah motor dicuci menggunakan jet washer atau ketika sepeda motor sering menerobos genangan air. Air yang bercampur pasir dan kotoran dapat mengendap di sekitar membran.
Endapan tersebut kemudian menghambat getaran pelat membran. Akibatnya, suara klakson menjadi tidak nyaring, terdengar cempreng, atau bahkan tidak keluar sama sekali.
Jika masalah diduga berasal dari air, pemilik motor dapat mencoba menepuk perlahan bodi klakson untuk membantu mengeluarkan air. Setelah itu, klakson dapat dikeringkan.
Namun, hindari memberikan tekanan berlebihan atau membongkar komponen tanpa mengetahui konstruksinya agar tidak menimbulkan kerusakan baru.
2. Daya Aki Mulai Melemah
Kondisi aki juga berpengaruh terhadap performa klakson. Komponen ini membutuhkan suplai arus listrik yang memadai agar dapat menghasilkan suara secara optimal.
Aki yang mulai melemah dapat membuat suara klakson terdengar pelan atau tidak bertenaga. Salah satu gejalanya bisa terasa ketika klakson dibunyikan bersamaan dengan penggunaan perangkat kelistrikan lain, seperti lampu sein atau lampu rem.
Pada pemeriksaan menggunakan voltmeter, tegangan aki yang berada di bawah kondisi normal perlu mendapat perhatian. Materi teknis yang menjadi rujukan menyebut angka di bawah 12,4 volt sebagai indikasi daya aki mulai melemah.
Pada sepeda motor injeksi, kondisi aki yang bermasalah juga perlu segera diperiksa karena sistem kelistrikan kendaraan turut menunjang kerja sejumlah komponen elektronik, termasuk ECU dan fuel pump.
Karena itu, apabila klakson melemah disertai gejala kelistrikan lain, pemeriksaan aki dan sistem pengisian sebaiknya dilakukan secara menyeluruh.
3. Soket Terminal atau Baut Setelan Kendur
Getaran yang muncul selama sepeda motor digunakan, terutama ketika melewati jalan rusak atau berlubang, dapat menyebabkan konektor kelistrikan menjadi kendur.
Selain soket terminal, baut penyetel nada atau tuning screw pada klakson juga dapat mengalami perubahan posisi. Terminal yang longgar membuat aliran listrik menuju klakson tidak optimal.
Masalah juga dapat muncul akibat kerak atau karat pada terminal. Kondisi tersebut dapat menghambat aliran listrik dan membuat suara klakson tidak stabil.
Dalam kondisi tertentu, gangguan pada koneksi kelistrikan juga berpotensi menyebabkan percikan listrik dan membuat sekring putus.
Untuk pemeriksaan sederhana, pemilik motor dapat melihat kondisi soket dan terminal. Jika terdapat kerak, bagian tersebut bisa dibersihkan menggunakan contact cleaner. Setelah itu, pastikan konektor terpasang dan terkunci dengan rapat.
Jangan Langsung Ganti Klakson
Klakson yang tiba-tiba sember atau mati tidak selalu berarti unitnya harus diganti. Pemilik sepeda motor sebaiknya terlebih dahulu memeriksa kemungkinan adanya air dan kotoran, kondisi aki, serta sambungan kabel dan soket.
Jika setelah pemeriksaan sederhana klakson masih bermasalah, jangan memaksakan perbaikan sendiri, terutama jika gangguan diduga berkaitan dengan suplai arus atau sistem kelistrikan kendaraan.
Pemeriksaan di bengkel resmi dapat dilakukan untuk memastikan sumber masalah sekaligus mencegah risiko korsleting pada sistem kelistrikan sepeda motor.
Dengan memastikan klakson selalu berfungsi dengan baik, pengendara dapat menggunakan salah satu perangkat komunikasi penting di jalan raya secara optimal.