Liputan6.com, Jakarta - Kylian Mbappe sedang berada dalam situasi yang tidak mudah bersama Real Madrid. Kekalahan dari Atletico Madrid membuat performanya kembali menjadi perhatian, terutama karena kontribusinya belum terlihat maksimal ketika tim membutuhkan respons di lapangan.
Mbappe memang bukan pemain terburuk Real Madrid dalam pertandingan tersebut. Namun, sikapnya di lapangan dinilai tidak menunjukkan karakter pemimpin yang diharapkan fans, terlebih ketika Jude Bellingham justru mendapatkan apresiasi karena tampil penuh perjuangan.
Advertisement
Situasi tersebut semakin rumit setelah Mbappe kembali berbicara mengenai Ballon d'Or. Di tengah kondisi Real Madrid yang berpotensi melewati musim ketiga tanpa trofi, pembahasan mengenai penghargaan individu dinilai kurang tepat oleh sebagian pendukung.
Performa Mbappe Menjadi Pertanyaan
Kekalahan dari Atletico Madrid menjadi salah satu pertandingan yang membuat fans mempertanyakan kontribusi Mbappe. Ia gagal mencetak gol pada laga yang memiliki arti penting bagi Real Madrid dan tidak memberikan pengaruh besar seperti yang diharapkan.
Perilaku Mbappe di area penalti juga menjadi perhatian. Sikapnya digambarkan seperti pemain yang frustrasi dan tak menunjukkan energi seorang pemimpin yang berusaha mengangkat tim ketika berada dalam tekanan.
Situasi itu membuat perbandingan dengan Bellingham muncul. Fans memberikan respons berbeda kepada gelandang Inggris tersebut karena melihat usaha dan agresivitasnya sebagai bentuk perjuangan untuk tim.
Ballon d'Or Kembali Jadi Pembahasan
Setelah kekalahan dalam derby Madrid, Mbappe justru memberikan tiga wawancara dalam dua hari dan kembali membicarakan Ballon d'Or. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sesuatu yang menjadi obsesinya, tetapi frekuensi pembahasannya tetap memancing reaksi dari pendukung.
Masalahnya bukan sekadar soal Ballon d'Or. Real Madrid sedang berada dalam posisi sensitif setelah kegagalan meraih trofi selama dua musim terakhir sehingga fokus terhadap penghargaan individu mudah dianggap tidak sejalan dengan kebutuhan tim.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah Mbappe seharusnya lebih banyak berbicara lewat penampilannya. Jika ingin mengejar penghargaan individu, kontribusi besar bersama klub tetap menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Fans Menuntut Kontribusi Lebih Besar
Kritik terhadap Mbappe semakin mengarah pada aspek permainan di lapangan. Fans mempertanyakan kontribusinya dalam bertahan, melakukan pressing, dan bekerja keras ketika Real Madrid kehilangan bola.
Ousmane Dembele dan Karim Benzema dijadikan contoh mengenai cara pemain asal Prancis membangun reputasi untuk penghargaan individu. Keduanya dikaitkan dengan kontribusi besar terhadap tim dan keberhasilan meraih trofi.
Oleh karena itu, tuntutan terhadap Mbappe bukan hanya soal mencetak gol. Real Madrid membutuhkan pengaruh yang lebih lengkap dari pemain bintangnya, sementara pembicaraan tentang Ballon d'Or akan terasa lebih kuat jika diikuti performa konsisten dan kesuksesan tim.
Sumber: The Real Champs