Liputan6.com, Jakarta - Persaingan teknologi pengisian daya mobil listrik di China kembali sengit. Setelah BYD memperkenalkan sistem Flash Charging 1,5 MW, kini giliran Geely yang meluncurkan pengisi daya ultra-cepat 2,2 MW yang diklaim mampu isi baterai hanya dalam waktu 4 menit.
Disitat dari Electrek, teknologi baru tersebut diperkenalkan Geely sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik canggih.
Advertisement
Pengisi daya 2,2 MW tersebut, dirancang untuk mendukung kendaraan dengan arsitektur 1.000 volt, sehingga memungkinkan daya pengisian jauh lebih besar dibandingkan standar pengisian cepat saat ini.
Dengan output puncak mencapai 2.200 kW, Geely mengklaim sistem tersebut dapat memangkas waktu pengisian hingga sekitar empat menit untuk mobil listrik yang kompatibel.
Klaim ini bahkan melampaui teknologi Flash Charging milik BYD yang memiliki daya maksimum 1.500 kW, dan mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 70 persen dalam lima menit.
Lompatan daya sebesar 700 kW dari sistem BYD, menunjukkan betapa agresifnya produsen otomotif Tiongkok dalam berlomba menghadirkan pengalaman pengisian yang semakin mendekati waktu pengisian bahan bakar kendaraan bermesin konvensional.
Faktor Penentu Pengisian Daya
Meski begitu, kecepatan pengisian aktual tetap bergantung kepada kemampuan baterai, sistem manajemen baterai, serta kondisi pengisian di lapangan.
Seperti BYD, Geely juga mengembangkan teknologi ini untuk kendaraan listrik generasi terbaru, dengan platform 1.000 volt.
Infrastruktur ini memungkinkan arus dan tegangan tinggi bekerja secara optimal tanpa mengorbankan stabilitas sistem pengisian, sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan jaringan pengisian daya berkapasitas megawatt di masa depan.