Liputan6.com, Jakarta - Bursa transfer bukan selalu tentang membeli pemain yang sedang berada di puncak performa. Barcelona justru melihat potensi jangka panjang ketika Deco mendatangkan Karim Adeyemi pada awal musim 2026/2027.
Penyerang asal Jerman itu tiba setelah empat musim yang tidak selalu konsisten bersama Borussia Dortmund. Namun, usia 24 tahun, pengalaman di Bundesliga dan Liga Champions, serta kecepatannya membuat Barcelona melihat peluang untuk menghidupkan kembali potensinya.
Advertisement
Adeyemi sebenarnya tetap mencatatkan statistik yang cukup baik pada musim 2025/2026. Ia mencetak tujuh gol dan empat assist dalam 28 penampilan Bundesliga serta mengoleksi 36 gol dari 146 laga bersama Dortmund di semua kompetisi.
Barcelona kemudian membayar biaya tetap €22 juta ditambah sejumlah biaya tambahan (add-ons) untuk mengikat Adeyemi hingga 2031. Keputusan Deco mulai terlihat menjanjikan setelah sang penyerang menunjukkan kualitasnya dalam kemenangan 7-2 atas Racing Santander.
Deco Melihat Potensi yang Sempat Meredup
Adeyemi pernah menjadi salah satu prospek paling menarik ketika memperkuat RB Salzburg. Perjalanannya di Dortmund kemudian tidak selalu mulus sehingga ekspektasi terhadapnya perlahan menurun.
Deco melihat situasi tersebut sebagai kesempatan untuk mendapatkan pemain yang masih memiliki ruang berkembang. Barcelona tidak perlu menemukan talenta baru, tetapi mencoba mengembalikan kualitas yang sebelumnya membuat Adeyemi begitu diperhitungkan.
Pengalaman Adeyemi di level elite juga menjadi modal penting. Ia sudah merasakan persaingan Bundesliga dan Liga Champions sehingga tidak datang ke Barcelona sebagai pemain tanpa pengalaman.
Keputusan tersebut kini mulai mendapatkan pembuktian awal. Laga kontra Racing Santander menunjukkan bahwa Adeyemi memiliki karakter yang bisa memberi dimensi berbeda dalam permainan Barcelona.
Performa Adeyemi Mulai Menjawab Kepercayaan
Adeyemi tidak mencetak gol saat Barcelona menang 7-2 atas Racing Santander. Namun, kontribusinya justru terlihat dari pengaruh besar yang diberikan sepanjang pertandingan.
Ia melepaskan delapan tembakan, mencatat enam dribel sukses, menciptakan empat peluang, melakukan lima ball recovery, mendapatkan dua penalti, dan menyumbangkan satu assist. Statistik tersebut memperlihatkan bahwa ancaman Adeyemi tidak hanya bergantung pada gol.
Kecepatan menjadi senjata utama Adeyemi ketika menghadapi pertahanan Racing. Ia mampu menerima bola dari sisi lapangan, menusuk ke tengah, menyerang ruang kosong, dan memaksa bek lawan terus mengantisipasi pergerakannya.
Menjelang laga berakhir, Adeyemi kembali memanfaatkan kecepatannya sebelum memberikan umpan kepada Lamine Yamal yang mencetak gol ketujuh Barcelona. Penampilan tersebut menjadi sinyal awal bahwa investasi Deco terhadap Adeyemi berpotensi memberikan keuntungan bagi Barcelona.
Sumber: Barca Universal