Unik, Bule Jerman Jual Pancake Pakai Gerobak di Pinggiran Jalan Jakarta

Kisah Robin, bule asal Jerman yang jualan pancake otentik dengan gerobak di Jakarta.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 26 September 2026, 09:00 WIB
German Pancake House Sumur Batu Selasa (22/9/2026) (Dok: Liputan6/Nasywa Fakhirah)

Liputan6.com, Jakarta - Gerobak penjual pancake viral dan menjadi perhatian warga sekitar Kemayoran, Jakarta. Hal tersebut lantaran sang penjual panekuk ini bukan orang Indonesia, melainkan bule asal Jerman.

Pancake yang ditawarkan pun dibuat menggunakan resep keluarga yang dibawa langsung dari negeri asalnya.

Robin, sang penjual, berkata bahwa ia pindah ke Indonesia karena dirinya dan sang istri ingin mengelola bisnis pancake ini.

"Saya pindah ke Indonesia dari Jerman karena istri saya dan kami menjalankan bisnis pancake kita bersama. Saya yang memberikan ide jualan ini ke istri saya," tuturnya menjawab pertanyaan dari Liputan6.com dikutip Sabtu (26/9/2026).

Ia menambahkan bahwa sebelumnya, ia dan sang istri yang turun tangan menjalani bisnis ini, tapi ketika mereka memiliki anak, sang istri di rumah bersama anak mereka.

Robin mengungkapkan bahwa alasan mengapa pancake yang ia pilih adalah karena selama ia berada di sini, jarang sekali melihat orang yang menjual pancake.

"Selama saya di sini, saya belum pernah lihat orang jual pancake. Yang paling mendekati adalah martabak, tapi keduanya adalah hal berbeda," jelasnya.

Bule asal Jerman ini bercerita keputusan mereka untuk membangun bisnis ini adalah karena mereka bisa bekerja dengan santai tanpa tekanan dan hasil yang mereka dapatkan cukup baik.

"Di bisnis ini hanya ada saya dan istri. Jadi tidak ada yang menyuruh kami untuk melakukan ini atau itu. Memang kita tetap harus bekerja dan melakukan sesuatu, tapi terasa lebih rileks ketika kami menjalankan bisnis ini," ujarnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Robin menggunakan resep asli dari ibunya. Ia berkata bahwa resep tersebut adalah resep keluarga. Ia menyebutkan mereka membuat adonannya di rumah dan apabila habis tidak akan dibuat kembali di tempat.

Pancake tersebut dapat terjual sebanyak 70 hingga 80 buah per hari di hari biasa. Pada akhir pekan, Robin bahkan bisa menjual sebanyak lebih dari 100 buah.

"Di hari biasa, bisa terjual sekitar 70-80 buah, tapi di akhir pekan bisa lebih dari 100 di cabang yang ini saja."

Robin mengaku daya tarik dari bisnis yang ia mulai pada Juli 2025 ini adalah karena rasanya yang lezat serta berkualitas tinggi karena dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang bagus.

"Walaupun menurut saya rasanya enak, tapi selera orang berbeda-beda dan itu tidak apa-apa." kata Robin.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya