Peluang Juara Real Madrid Menipis

Real Madrid kalah 1-2 dari Atletico Madrid dalam derby dan kini menghadapi tekanan lebih besar dalam persaingan gelar La Liga.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 22 September 2026, 09:14 WIB
Penyerang Atletico Madrid Kanada #15, Jonathan David (kanan), mencetak gol kedua timnya melewati kiper Real Madrid Belgia #01, Thibaut Courtois, selama pertandingan liga Spanyol antara Club Atletico de Madrid dan Real Madrid CF di stadion Metropolitano di Madrid pada 20 September 2026. (Thomas COEX/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid menelan kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid dalam derby Madrid di Metropolitano. Hasil tersebut bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga memperlihatkan sejumlah persoalan yang dapat memengaruhi perjalanan mereka dalam perburuan gelar La Liga.

Kekalahan itu semakin menyakitkan karena pertandingan berlangsung panas dan diwarnai sejumlah insiden. Kartu merah Dean Huijsen yang berujung penalti Atletico mengubah jalannya laga, sementara Jose Mourinho menilai tuan rumah seharusnya lebih dulu kehilangan dua pemain.

Bagi Real Madrid, kekalahan tersebut juga membuat jarak dengan Barcelona semakin sulit dikejar. Barcelona kini memimpin klasemen dengan keunggulan lima poin dan memiliki awal musim sempurna, sementara Madrid harus menghadapi tekanan lebih besar setelah kehilangan momentum.


Kekalahan Derby Mengubah Peta Persaingan

Wasit Miguel Angel Ortiz Arias mengeluarkan kartu kuning untuk gelandang asal Inggris milik Real Madrid, #05 Jude Bellingham (tidak terlihat dalam foto), saat pertandingan Liga Spanyol antara Atletico Madrid dan Real Madrid di Stadion Metropolitano, Madrid, pada 20 September 2026. (Oscar DEL POZO/AFP)

Mourinho kembali menggunakan pendekatan konfrontatif setelah timnya kalah dalam pertandingan yang penuh kontroversi. Pelatih asal Portugal itu menilai dua pelanggaran pemain Atletico layak berujung kartu merah dan menjadikan keputusan wasit sebagai salah satu persoalan utama pertandingan.

Namun, persoalan Madrid tidak berhenti pada keputusan tersebut. Performa mereka juga memperlihatkan kelemahan yang harus segera diperbaiki jika ingin mengejar Barcelona yang tampil sangat konsisten sejak awal musim.

Sebelum musim dimulai, peluang Madrid untuk menjadi juara berada di angka 31 persen berdasarkan proyeksi Opta. Setelah kekalahan dari Atletico, peluang tersebut menipis, angkanya turun menjadi 16,47 persen.


Barcelona Terlalu Jauh di Depan

Raphinha dari Barcelona, ​​kanan, merayakan bersama Lamine Yamal setelah mencetak gol kedua timnya dalam pertandingan La Liga Spanyol antara Sevilla dan Barcelona di Seville, Spanyol, Minggu (20-9-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Barcelona kini mengoleksi 21 poin dari tujuh pertandingan setelah mengalahkan Sevilla 3-1. Raphinha menjadi bintang kemenangan tersebut dengan mencetak seluruh gol Barcelona, yang mempertahankan rekor sempurna pada awal musim.

Opta memproyeksikan Barcelona mengakhiri musim dengan 87,19 poin dan memberikan peluang 75,02 persen untuk mempertahankan gelar. Proyeksi tersebut menempatkan Madrid di posisi kedua dengan perkiraan 76,49 poin.

Atletico berada di posisi ketiga dengan peluang 5,98 persen, sedangkan Real Betis memiliki 2,09 persen. Angka tersebut menunjukkan betapa kuatnya posisi Barcelona setelah tujuh pertandingan.


Tantangan Madrid Semakin Besar

Bek Real Madrid Dean Huijsen melanggar gelandang Atletico Madrid Giuliano Simeone sehingga mendapat kartu merah pada laga Liga Spanyol 2026/2027 di Estadio Metropolitano, Minggu (20/9/2026) malam WIB. (AP Photo/Bernat Armangue)

Barcelona bukan hanya mengumpulkan kemenangan, tetapi juga memperlihatkan produktivitas luar biasa. Mereka telah mencetak 31 gol dalam tujuh pertandingan dan berada di jalur untuk menciptakan salah satu musim paling produktif dalam sejarah La Liga.

Madrid memiliki pengalaman memecahkan rekor tersebut. Tim asuhan Mourinho pada musim 2011-12 mengoleksi 100 poin dan mencetak 121 gol dalam perjalanan meraih gelar.

Kini, Madrid harus mengejar Barcelona yang memiliki target lebih besar dari sekadar mempertahankan posisi di puncak. Dengan performa Barcelona yang terus meningkat, Mourinho menghadapi pekerjaan berat untuk memperbaiki timnya sekaligus menjaga persaingan gelar tetap terbuka.

Jeda internasional memberikan kesempatan bagi Madrid untuk mengevaluasi persoalan yang muncul setelah derby. Jika kelemahan tersebut tidak segera diperbaiki, defisit poin dan performa Barcelona dapat membuat perjalanan menuju gelar semakin sulit.

Sumber: Sports Illustrated


Klasemen

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya