Ditangkap di Jakarta, Bupati Bolmut Diduga Terlibat Suap Proyek

Sebanyak 14 orang diamankan dari tiga lokasi terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Bolaang Mongondow Utara.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 21 September 2026, 20:18 WIB
Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena, yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT), Senin (21/9/2026).(ppid.boltarakab.go.id)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, Senin (21/9/2026). Penangkapan bupati dilakukan di wilayah Jakarta.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa dalam operasi senyap ini tim penyidik menangkap total 14 orang dari tiga wilayah berbeda, yakni Jakarta, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

"Lima orang diamankan di Jakarta, salah satunya Bupati Bolmut. Delapan orang diamankan di Sulawesi Utara, termasuk di Kabupaten Bolmut, dan satu orang lainnya diamankan di Gorontalo," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Selain bupati, Budi membeberkan pihak-pihak yang turut diamankan terdiri dari kepala dinas, aparatur sipil negara (ASN), hingga pihak swasta.

Operasi tangkap tangan ini diduga kuat berkaitan dengan praktik suap atau penerimaan janji oleh penyelenggara negara terkait sejumlah proyek pembangunan di lingkungan Pemkab Bolmut.

 

Jalani Pemeriksaan Intensif

Saat ini, lima terduga pelaku yang ditangkap di Jakarta tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

Sementara sembilan orang lainnya menjalani pemeriksaan awal di markas kepolisian setempat sebelum diboyong ke Jakarta. 

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan sebelum mengumumkannya secara resmi melalui konferensi pers.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya