Liputan6.com, Jakarta - Elektrifikasi kendaraan niaga mulai diarahkan tidak hanya pada pengembangan truk listrik saja, tetapi juga pada infrastruktur yang mendukung operasionalnya.
Mengutip dari laman CarNewsChina, Senin (21/9/2026), dengan itu CATL melihat celah, sehingga mengandeng DHL Group menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk mengembangkan ekosistem logistik berbasis kendaraan listrik di Eropa.
Advertisement
Kerja sama tersebut bertujuan membangun model elektrifikasi angkutan barang yang dapat diterapkan di berbagai rute.
Hingga keduanya akan menggabungkan kebutuhan operasional logistik DHL dengan teknologi baterai, pengisian daya, penyimpanan energi, dan battery swapping dari CATL.
Menariknya, salah satu fokus utama kerja sama ini adalah mengidentifikasi green freight corridors, yakni rute angkutan barang yang memiliki potensi untuk dialihkan ke kendaraan listrik.
CATL dan DHL juga akan melibatkan produsen kendaraan listrik serta mitra industri lainnya untuk menyesuaikan kendaraan dan infrastruktur dengan kebutuhan setiap rute.
Selain stasiun pengisian daya permanen, keduanya akan mengeksplorasi penggunaan mobile charging.
Solusi tersebut memungkinkan kebutuhan pengisian daya disesuaikan dengan kondisi operasional armada.
Tidak hanya itu, kabarnya teknologi battery swapping juga akan dikembangkan dan akan menjadi bagian dari rencana.
Kerja sama CATL dan DHL akan menjalankan proyek percontohan untuk kendaraan angkutan berat, sehingga penggantian baterai dapat menjadi alternatif selain mengisi daya secara konvensional.
Libatkan Sejumlah Mitra
Dalam membangun ekosistem tersebut, CATL dan DHL tidak bekerja sendirian. Rencananya perusahaan juga akan menggandeng sejumlah perusahaan turut masuk dalam rencana pengembangan.
Perusahan yang akan ikut dalam kerja sama ini yaitu, QUIBO Energy dan FleetBoost yang bergerak di bidang infrastruktur energi serta pengisian daya.
Sementara untuk teknologi pertukaran baterai, terdapat Swaptopus, perusahaan patungan CATL dan Octopus Energy yang fokus membangun jaringan battery swapping untuk truk listrik di Eropa.
Model kerja sama tersebut dirancang agar tidak berhenti pada satu proyek percontohan. CATL dan DHL ingin membangun metode yang dapat direplikasi pada berbagai rute dan kebutuhan transportasi.
Dorong Logistik Tanpa Emisi
Akin Li, Executive President of CATL Overseas Business, mengatakan elektrifikasi angkutan barang membutuhkan pendekatan yang lebih luas.
Menurutnya, kendaraan dan baterai saja tidak cukup tanpa dukungan pengisian daya, penyimpanan energi, battery swapping, serta layanan sepanjang siklus hidup kendaraan.
Bagi DHL, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menuju target net-zero emisi terkait logistik pada 2050.
MoU tersebut juga melanjutkan kerja sama CATL dan DHL yang telah dimulai pada September 2024.
Namun, untuk proyek terbaru ini, kedua perusahaan belum mengungkap rute spesifik, nilai investasi, maupun jadwal pelaksanaan setiap proyek.
Kerja sama CATL dan DHL menunjukkan bahwa pengembangan truk listrik di Eropa mulai bergerak ke tahap yang lebih luas, dengan menggabungkan kendaraan, baterai, infrastruktur pengisian, dan sistem pertukaran baterai dalam satu ekosistem logistik.