Barcelona Ancam Rekor Gol Real Madrid Era Mourinho, Mampukah Yamal dan Raphinha?

Barcelona mengawali La Liga dengan 28 gol dari enam laga dan mulai mengancam rekor 121 gol Real Madrid era Jose Mourinho. Raphinha dan Yamal menjadi mesin gol u

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 19 September 2026, 20:10 WIB
Pemain Barcelona, Raphinha (kanan) dan Lamine Yamal (kiri) berselebrasi pada laga melawan Racing Santander di Camp Nou, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. (Lluis Gene/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona mengawali musim La Liga dengan catatan sempurna dan langsung menghidupkan persaingan untuk memecahkan rekor gol Real Madrid era Jose Mourinho. Hingga enam pertandingan, tim asuhan Hansi Flick telah mencetak 28 gol atau rata-rata 4,6 gol per laga.

Menurut surat kabar Spanyol Sport, Barcelona belum menemukan lawan yang mampu menghentikan laju mereka di Liga Spanyol. Enam pertandingan berhasil dilewati dengan kemenangan, baik ketika bermain di kandang maupun saat bertandang.

Flick sendiri mengaku tidak terlalu memikirkan rekor ketika berbicara dalam konferensi pers terbaru. Namun, produktivitas Barcelona membuat catatan bersejarah Real Madrid pada musim 2011/2012 mulai berada dalam ancaman.

Saat itu, Real Madrid mencetak 121 gol dalam 38 pertandingan La Liga dengan rata-rata 3,18 gol per laga. Los Blancos juga mengakhiri musim dengan 100 poin, sekaligus mencatatkan torehan poin tertinggi dalam sejarah mereka pada saat itu.


Rekor Mourinho Mulai Terancam

Aksi Jose Mourinho pada laga Real Madrid lawan Espanyol pada pekan ke-2 La Liga 2026/2027 di RCDE Stadium - AP Photo/Joan Monfort

Real Madrid asuhan Mourinho membangun rekor tersebut dengan dukungan produktivitas Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain, dan Karim Benzema. Ronaldo mencetak 46 gol, sedangkan Higuain dan Benzema masing-masing menyumbang 22 serta 21 gol.

Los Blancos hanya dua kali kalah di kompetisi domestik musim itu. Mereka tumbang 0-1 dari Levante dan 1-3 ketika menghadapi Barcelona, sementara perjalanan di Liga Champions berakhir pada semifinal setelah kalah dari Bayern Munich melalui adu penalti.

Meski mencetak gol dalam jumlah luar biasa, Real Madrid juga memiliki beberapa pertandingan tanpa gol. Mereka gagal mencetak gol saat menghadapi Racing dan Valencia, serta bermain imbang melawan Malaga dan Villarreal, dengan kemenangan terbesar musim itu datang ketika menghancurkan Osasuna 7-1 di Santiago Bernabeu.


Raphinha dan Yamal Jadi Andalan Barcelona

Selebrasi gol Lamine Yamal dan Raphinha pada laga pramusim antara Barcelona vs Como 1907 (Dok. @FCBarcelona)

Empat belas tahun setelah rekor tersebut dibuat, Barcelona mulai menunjukkan kecepatan mencetak gol yang membuat catatan Real Madrid kembali diperbincangkan. Dalam enam pertandingan pertama, pasukan Flick sudah mengalahkan Elche 5-0, Athletic Bilbao 2-0, Rayo Vallecano 5-2, Valencia 5-0, Levante 4-2, dan Racing 7-2.

Raphinha menjadi pemain paling produktif dengan sembilan gol di La Liga. Hat-trick ketika menghadapi Racing juga membuat penyerang Brasil tersebut telah mengoleksi empat hat-trick selama berseragam Barcelona.

Lamine Yamal berada tepat di belakang Raphinha dengan tujuh gol di kompetisi domestik. Pemain berusia 19 tahun itu mencetak gol dalam empat pertandingan beruntun, sementara laga berikutnya Barcelona adalah kunjungan ke Sevilla sebelum jeda internasional.

Barcelona akan menghadapi Sevilla di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan dalam pertandingan berikutnya. Musim lalu, Flick dan pasukannya mengalami kekalahan 1-4 di stadion tersebut sehingga pertemuan kali ini menjadi ujian berikutnya bagi laju mereka.

Sumber: Goal International


Persaingan Sengit di Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya