Liputan6.com, Jakarta - Semarak Asian Games 2026 di Nagoya turut dirasakan komunitas Indonesia. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Nagoya bersama Sekolah Bhinneka Nagoya menyiapkan rangkaian pertunjukan budaya di area mini stage sekitar Stadion Paloma Mizuho untuk menyemangati kontingen Merah Putih.
Ketua PPI Nagoya, Bomby, menyebut penampilan itu ditujukan untuk menghibur atlet Indonesia dan warga Tanah Air yang berada di Jepang.
Advertisement
"Untuk mendukung Tim Indonesia di Asian Games tahun ini, kami menyiapkan berbagai penampilan budaya untuk menghibur tim dan masyarakat yang ada di Jepang. Akan ada penampilan budaya, tarian-tarian, dan juga musik hari ini serta pada 24-25 September," ujar Bomby, Sabtu (19/9/2026).
Ia berharap para atlet tampil maksimal dan mengajak masyarakat hadir di pembukaan dan agenda pendukung lainnya hingga awal Oktober.
"Saya harap atlet Indonesia bisa bertanding dengan full power. Juga masyarakat Indonesia, baik yang sedang berada di Indonesia ataupun di Jepang, mari kita dukung terus atlet Indonesia di Nagoya. Bisa datang ke opening hari ini dan rangkaian acara lain sampai tanggal 4 Oktober," katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui rilis dari NOC Indonesia.
Sinanggar Tulo oleh Siswa Bhinneka dan Anak-Anak Indonesia
Dukungan dari Sekolah Bhinneka Nagoya hadir lewat tarian tradisional Sinanggar Tulo yang dibawakan bersama anak-anak Indonesia yang tinggal di Nagoya. Penampilan ini disiapkan untuk meramaikan rangkaian kegiatan di kota tersebut.
Perwakilan Sekolah Bhinneka Nagoya, Yuri, menjelaskan para siswa akan tampil bersama komunitas anak Indonesia setempat.
"Kami dari Sekolah Bhinneka Nagoya ini akan menampilkan tarian Sinanggar Tulo bersama anak-anak yang tinggal di Nagoya," ujar Yuri.
Persiapan disebut berlangsung sekitar satu tahun, meliputi latihan koreografi dan pencarian kostum yang didatangkan dari Indonesia.
"Latihan sudah dari satu tahun lalu, mulai dari cari kostum, latihan nari, sampai hari ini masih terus latihan," tutur Yuri.
Lebih dari Sekadar Hiburan
Kegiatan dukungan budaya ini juga melibatkan para pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPIJ Nagoya. Mereka berpartisipasi dalam rangkaian acara untuk menyemangati kontingen Indonesia yang berlaga.
Bagi para pelajar dan warga, panggung budaya dipandang bukan semata hiburan, melainkan wujud kebanggaan sekaligus upaya memberi energi tambahan bagi atlet yang membawa nama Merah Putih.
"Tetap semangat. Kami dari Sekolah Bhinneka Nagoya kasih dukungan pada semua atlet Indonesia," ujar Yuri.