Liputan6.com, Teheran - Iran memerintahkan seorang diplomat Swedia meninggalkan negara itu, sehari setelah pemerintah Swedia mengusir seorang pejabat Kedutaan Besar Iran di Stockholm.
Kementerian Luar Negeri Iran pada Kamis (17/9/2026) menyebut keputusan Swedia tersebut tidak dapat dibenarkan.
Advertisement
"Tidak diragukan lagi, tindakan pemerintah Swedia ini merupakan akibat dari pengaruh rezim zionis dan upaya untuk mengganggu aktivitas normal Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Stockholm," kata Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dilaporkan kantor berita IRNA.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Direktur Jenderal Eropa Barat Alireza Yousefi memanggil duta besar Swedia di Teheran pada Kamis.
Dalam pertemuan itu, Yousefi menyampaikan protes atas sejumlah kebijakan Swedia, termasuk karena negara tersebut disebut menampung unsur dan kelompok teroris anti-Iran.
Iran juga menyatakan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan nasionalnya, termasuk dengan mengambil tindakan balasan.
Menurut IRNA, dalam pertemuan tersebut duta besar Swedia diberi tahu bahwa seorang diplomat Swedia di Teheran harus meninggalkan Iran dalam waktu 48 jam.
Swedia Usir Pejabat Iran
Kementerian Luar Negeri Swedia pada Rabu (16/9) mengumumkan telah meminta pejabat Iran tersebut meninggalkan negara itu karena aktivitasnya dinilai tidak sesuai dengan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik.
Konvensi Wina mengatur ketentuan dan tata hubungan diplomatik antarnegara.
Kementerian Luar Negeri Iran juga menyinggung kewajiban Swedia berdasarkan hukum internasional, termasuk Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik 1961.
Iran, menurut laporan IRNA, memperingatkan bahwa setiap tindakan yang menghambat tugas Kedutaan Besar Iran dapat membuat Swedia dimintai pertanggungjawaban berdasarkan hukum internasional.
Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard mengatakan keputusan mengusir pejabat Iran tersebut diambil untuk melindungi warga dan kepentingan Swedia.
Sementara itu, Menteri Kehakiman Swedia Gunnar Strommer mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan dugaan aktivitas Iran terhadap kepentingan Yahudi dan Israel.
"Kami mengetahui bahwa Iran sudah sejak lama melakukan berbagai aktivitas yang mengancam keamanan di Swedia dan terhadap Swedia," kata Strommer.
Ia menambahkan bahwa Iran memanfaatkan jaringan kriminal untuk mencapai tujuannya.