Liputan6.com, Jakarta - Awal musim 2026/27 berjalan luar biasa bagi Raphinha. Penyerang asal Brasil itu kini menembus level baru setelah mencatatkan statistik yang mengingatkan pada pencapaian Lionel Messi bersama Barcelona.
Raphinha mencetak hat-trick saat Barcelona menghancurkan Racing Santander. Tiga gol tersebut membuat koleksi golnya di La Liga mencapai sembilan hanya dalam enam pertandingan.
Advertisement
Catatan itu menempatkan Raphinha dalam kelompok eksklusif pencetak gol Barcelona. Ia menjadi pemain pertama sejak Messi pada musim 2017/18 yang mampu mencetak sedikitnya sembilan gol dalam enam pertandingan pembuka La Liga.
Produktivitas tersebut juga mempertegas peran Raphinha sebagai salah satu sumber gol utama Barcelona. Perubahan posisinya sebagai false nine di bawah arahan Hansi Flick turut menjadi faktor penting di balik ketajamannya.
Raphinha Masuk Jajaran Elit Barcelona
Hat-trick Raphinha ke gawang Racing Santander lahir melalui dua eksekusi penalti dan satu gol lainnya yang melengkapi penampilan impresifnya. Tambahan tiga gol tersebut membuat pemain berusia 29 tahun itu mengoleksi sembilan gol La Liga dari enam pertandingan.
Raphinha kini mengikuti jejak Messi sebagai pemain Barcelona yang mampu mencetak sembilan gol atau lebih dalam enam pertandingan pertama La Liga dalam satu musim. Messi sebelumnya mencapai catatan serupa pada musim 2017/18.
Jika cakupannya diperluas menjadi tujuh pertandingan pertama Barcelona di semua kompetisi dalam 60 tahun terakhir, hanya empat pemain yang mampu mendahului Raphinha dengan sedikitnya sembilan gol. Messi mencatat 10 gol pada musim 2012/13 serta sembilan gol pada 2013/14 dan 2011/12, sedangkan Ronaldo Nazario mengoleksi sembilan gol pada 1996/97.
Kini, Raphinha masuk ke dalam daftar tersebut dengan sembilan gol pada musim 2026/27. Catatan itu menjadi bukti bahwa start musimnya berada di level yang sangat tinggi dalam konteks sejarah produktivitas Barcelona.
Raphinha Jadi Mesin Gol Barcelona
Raphinha telah mencetak gol dalam enam dari tujuh pertandingan Barcelona musim ini. Satu-satunya laga ketika ia gagal mencetak gol terjadi saat menghadapi Levante, tetapi ia tetap berkontribusi melalui dua assist.
Perubahan peran menjadi false nine memberikan ruang lebih besar bagi Raphinha untuk terlibat langsung dalam fase akhir serangan Barcelona. Keputusan Flick tersebut sejauh ini berbuah statistik yang sangat produktif bagi sang penyerang.
Sembilan gol telah dikoleksi Raphinha di La Liga, ditambah dua gol di Liga Champions. Artinya, ia sudah mencetak 11 gol di semua kompetisi pada awal musim 2026/27.
Performa tersebut juga menempatkannya dalam persaingan perebutan Trofi Pichichi, dengan keunggulan dua gol atas Kylian Mbappe. Bagi Barcelona, produktivitas Raphinha menjadi modal penting karena performanya bukan sekadar periode singkat, tapi mulai konsisten.
Sumber: ESPN, Barca Universal