Barcelona Lagi-lagi Gagal Nirbobol

Barcelona menang 7-2 atas Racing Santander, tetapi kembali gagal nirbobol

oleh Asad ArifinDiterbitkan 17 September 2026, 15:34 WIB
Pemain Barcelona Raphinha merayakan gol bersama Gavi (kanan) dalam laga La Liga Spanyol antara Barcelona vs Racing Santander di Barcelona, Spanyol, Rabu, 16 September 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona kembali meraih kemenangan besar di La Liga. Menjamu Racing Santander pada pekan keenam di Camp Nou, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB, Blaugrana menang telak 7-2.

Skor tersebut menunjukkan ketajaman lini serang Barcelona yang sulit dibendung. Namun, dua gol Racing Santander kembali menyoroti persoalan yang belum terselesaikan di lini belakang.

Barcelona sebenarnya tampil dominan dan sempat mencatatkan penguasaan bola hingga 80 persen. Mereka juga mampu menciptakan peluang secara konsisten sepanjang pertandingan.

Masalahnya, dominasi tersebut tidak diikuti pertahanan yang solid. Barcelona hanya sekali mencatatkan clean sheet dalam empat pertandingan terakhir, dengan tujuh gol bersarang di gawang mereka dalam periode tersebut.


Barcelona Dominan, tetapi Tetap Lengah

Penyerang Barcelona asal Brasil, Raphinha, merayakan gol keempat timnya bersama bek asal Portugal, Joao Cancelo, saat menghadapi Racing Santander pada pertandingan LaLiga di Stadion Camp Nou, Barcelona, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. (Lluis Gene/AFP)

Barcelona mengendalikan pertandingan dengan sangat baik dan membuat sebagian besar peluang menjadi milik mereka. Akan tetapi, dua gol Racing Santander lahir dari kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari.

Gol pertama bermula dari serangan balik Racing ketika Gerard Martin dan Andreas Christensen berada dalam posisi yang kurang tepat. Sentuhan Joao Cancelo kemudian justru membuat bola bergerak ke jalur pemain lawan dan membuka ruang untuk mencetak gol.

Situasi tersebut memperlihatkan persoalan konsentrasi yang masih menghantui Barcelona. Lini belakang mereka terkadang kehilangan koordinasi ketika menghadapi perubahan situasi secara cepat.

Kondisi itu cukup kontras dengan dominasi yang diperlihatkan Barcelona sepanjang laga. Ketika tim mampu menguasai bola hingga 80 persen, kesalahan sederhana di belakang justru membuat lawan mendapatkan peluang yang tidak perlu.


Kesalahan Individu Jadi Pekerjaan Rumah

Pelatih Barcelona asal Jerman, Hans-Dieter Flick, meneriakkan instruksi kepada para pemainnya dari pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan FC Barcelona di stadion San Siro di Milan, Rabu dini hari WIB (7-5-2025). (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Barcelona kembali kebobolan pada babak berikutnya melalui kesalahan yang lebih fatal. Wojciech Szczesny kehilangan penguasaan bola tepat di depan gawang dan memberikan Racing kesempatan mencetak gol dengan mudah.

Dua gol tersebut menjadi catatan negatif di tengah kemenangan besar Barcelona. Persoalannya bukan hanya jumlah gol yang masuk, tetapi cara Blaugrana memberikan peluang kepada lawan.

Tidak banyak aspek negatif dari penampilan Barcelona dalam kemenangan 7-2 tersebut. Namun, kelengahan di lini belakang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera mendapat perhatian Hansi Flick.

Barcelona kini hanya mencatatkan satu clean sheet dalam empat pertandingan terakhir. Jika ingin menjaga konsistensi sepanjang musim, Flick perlu memastikan kesalahan serupa tidak terus terulang meski lini serang mampu menghasilkan banyak gol.

Sumber: Barca Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya