Doa Warga Menggema di Hari Terakhir Pencarian Jurnalis dan Kru Kapal

Hingga kini, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut.

oleh Muhamad Agil AliansyahDiterbitkan 17 September 2026, 14:11 WIB
Doa Bersama di Hari Terakhir Pencarian Jurnalis dan Kru Kapal

Liputan6.com, Jakarta - Terik mentari tidak menyurutkan warga menggelar doa di tengah operasi pencarian jurnalis hilang kontak dan kru kapal di Selat Sunda. Lantunan ayat suci alquran dan selawat menggema di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Kamis (17/9) siang.

Doa bersama tersebut diikuti sejumlah unsur masyarakat dari tiga kecamatan serta organisasi perangkat desa. Di antaranya Majelis Ta'aruf dari tiga kecamatan, Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).

Kamis (17/9/2026) menjadi hari terakhir operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hingga kini, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut.

Lima jurnalis yang masih dicari yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni, jurnalis lepas.

Sementara tiga kru kapal yakni Warta Surahman sebagai kapten, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Kedelapan orang tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pemilik Kapal Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa, mengatakan doa bersama digelar sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar agar lima jurnalis dan tiga kru yang masih dicari segera ditemukan.

Sandi mengatakan sejumlah ulama dan ustaz turut hadir atas inisiatif masing-masing untuk memberikan dukungan moral.

“Ini inisiatif sendiri untuk mendukung moral terhadap saya, supaya masalah ini segera selesai dan kita segera menemukan,” kata Sandi, Kamis (17/9/2026).

 

Pencarian Diharapkan Tetap Dilanjutkan

Sandi berharap pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal tetap dilanjutkan meski operasi SAR telah memasuki hari ke-10.

Menurut dia, keluarga dan masyarakat masih berharap seluruh orang yang belum ditemukan dapat segera ditemukan.

“Kalau harapan kami, pasti masih berlanjut. Karena memang ini belum ditemukan, mudah-mudahan segera ditemukan dan pencarian itu terus berlanjut,” ujar Sandi.

Sandi mengatakan masyarakat akan tetap berupaya mencari jika operasi resmi nantinya dihentikan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menghubungi para nelayan untuk ikut membantu pencarian.

“Kami masyarakat terus berusaha mencari. Kami akan menghubungi para nelayan, sekalian dia usaha, sekalian juga membantu pencarian. Kita tidak akan berhenti kalau dari kami sendiri,” ujar Sandi.

Dia juga mengajak masyarakat menyikapi peristiwa tersebut sebagai musibah bersama serta terus mendoakan agar orang-orang yang masih dalam pencarian diberikan kesehatan dan keluarga mereka diberi kekuatan serta kesabaran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya