Hutan Mapongka Terbakar, Api Merembet ke Sekolah Rakyat hingga Bandara

Tiupan angin kencang membuat api cepat membesar dan menyulitkan proses pemadaman.

oleh FauzanDiterbitkan 17 September 2026, 10:50 WIB
Kebakaran Hutan di Toraja, Api Nyaris Masuk ke Sekolah Rakyat dan Bandara

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran melanda kawasan Hutan Mapongka, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Rabu (16/9/2026) malam. Api membesar di tengah hutan pinus yang mengering akibat kemarau dan bergerak mendekati kawasan Sekolah Rakyat serta akses menuju Bandara Buntu Kunik.

Tiupan angin kencang membuat api cepat membesar dan menyulitkan proses pemadaman. Kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau kendaraan juga menjadi kendala bagi petugas untuk mendekati sejumlah titik api.

Petugas gabungan kemudian mengerahkan sejumlah armada pemadam kebakaran ke sekitar Sekolah Rakyat untuk mengantisipasi api merembet ke bangunan sekolah.

Camat Mengkendek Alfian Andi Lolo membenarkan kebakaran tersebut. Ia mengatakan kobaran api di lokasi cukup besar dan menjulang tinggi.

"Ini api cukup tinggi dan sangat hebat," kata Alfian dalam wawancara yang diterima, Kamis (17/9/2026).

Menurut Alfian, kondisi di sekitar Sekolah Rakyat mulai dapat dikendalikan. Meski demikian, pengamanan tetap dilakukan untuk mengantisipasi api kembali merembet ke kawasan sekolah.

"Untung sudah agak aman yang wilayah sekitar Sekolah Rakyat. Semoga tim gabungan juga dapat menjaga aset tersebut," ujarnya.

Petugas gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, Satpol PP, dan pihak Kecamatan Mengkendek masih berjibaku memadamkan api. Mereka berupaya melokalisasi titik-titik api agar kebakaran tidak semakin meluas.

 

Kebakaran Hutan di Toraja, Api Nyaris Masuk ke Sekolah Rakyat dan Bandara

Kondisi Hutan Kering

Selain mengamankan Sekolah Rakyat, petugas juga mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke kawasan sekitar akses menuju Bandara Buntu Kunik. Tiupan angin kencang membuat pergerakan api sulit diprediksi.

Kondisi hutan yang kering turut membuat api cepat membesar. Petugas juga menghadapi kendala pasokan air yang menghambat proses pemadaman di sejumlah titik.

Hingga Kamis (17/9/2026), tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Pengamanan terhadap Sekolah Rakyat dan kawasan strategis di sekitar lokasi kebakaran terus dilakukan untuk mencegah api kembali meluas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya