Kennedy Center Tutup Dua Tahun Usai Nama Trump Diblokir Hakim

oleh Budy SantosoDiterbitkan 16 September 2026, 09:28 WIB
Kennedy Center Tutup Dua Tahun Usai Nama Trump Diblokir Hakim
Kennedy Center di Washington, Amerika Serikat, akan ditutup selama dua tahun untuk menjalani renovasi setelah dewan pengawas memutuskan penutupan gedung utama pada Selasa. Keputusan tersebut diambil sekitar satu jam setelah Hakim Distrik AS Christopher Cooper memblokir upaya penambahan nama Presiden Donald Trump pada gedung dan area kompleks Kennedy Center. Cooper menyatakan langkah tersebut bertentangan dengan putusan pengadilan sebelumnya dan undang-undang yang ditetapkan Kongres. Sebelumnya, dewan telah menyetujui penambahan nama Trump sebagai bentuk penghormatan atas perannya dalam renovasi dan pemulihan bangunan. Pemerintah AS menyebut gedung utama tidak aman untuk terus ditempati sehingga diperlukan renovasi besar.
Tampak bagian luar John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington, Amerika Serikat. Dewan Kennedy Center memutuskan untuk segera menutup gedung utama guna menjalani renovasi selama dua tahun. (Andrew Harnik/Getty Images/AFP)
Gedung John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington, Amerika Serikat. Penutupan gedung utama untuk renovasi dilakukan setelah hakim federal memblokir upaya dewan menambahkan nama Presiden Donald Trump pada bangunan tersebut. (Andrew Harnik/Getty Images/AFP)
Gedung John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington, Amerika Serikat. Penutupan gedung utama untuk renovasi dilakukan setelah hakim federal memblokir upaya dewan menambahkan nama Presiden Donald Trump pada bangunan tersebut. (Andrew Harnik/Getty Images/AFP)
John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington, Amerika Serikat, menjadi sorotan setelah hakim federal memblokir rencana penambahan nama Presiden Donald Trump pada gedung dan kompleks tersebut. (Andrew Harnik/Getty Images/AFP)
Suasana John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington, Amerika Serikat, setelah dewan memutuskan penutupan gedung utama untuk renovasi selama dua tahun. Keputusan tersebut berlangsung di tengah polemik pencantuman nama Donald Trump. (Andrew Harnik/Getty Images/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya