Liputan6.com, Jakarta - Kapal Virgo Transport 8 kehilangan kontak di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Kapal Roro berbobot 8.540 GT yang bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin itu membawa 243 orang dan 89 unit kendaraan.
Berdasarkan manifes, 243 orang di dalam kapal terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet.
Advertisement
Artikel mengenai hilangnya Kapal Virgo Transport 8 ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Senin (14/9/2026):
1. Kapal Virgo Transport 8 Lost Contact di Laut Jawa, 115 Orang Berhasil Dievakuasi
Kapal penumpang KM Virgo Transport 8 mengalami listing atau kemiringan dan kehilangan kontak (lost contact) di perairan Laut Jawa, tepatnya di sekitar Masalembo, Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut membawa 243 orang dan 89 unit kendaraan. Hingga penanganan awal, sebanyak 115 orang telah berhasil dievakuasi.
Informasi awal kecelakaan disampaikan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin.
Simak berita selengkapnya di sini
2. DPR Minta Bea Cukai Usut Pemodal Rokok Ilegal
Komisi III DPR RI mendorong penindakan rokok ilegal diarahkan hingga produsen dan penerima manfaat (beneficial owner) untuk menekan potensi kebocoran penerimaan negara serta menciptakan persaingan usaha yang sehat.
Dorongan itu muncul setelah Bea Cukai Jakarta menindak sekitar 59,8 juta batang rokok ilegal sepanjang 2026 dengan estimasi potensi kerugian negara mencapai Rp 46,79 miliar.
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mengatakan penindakan terhadap rokok ilegal tidak cukup berhenti pada pengecer atau distributor. Sebab, produsen dan pemodal merupakan pihak yang memperoleh manfaat terbesar dari peredaran barang kena cukai ilegal tersebut.
Simak berita selengkapnya di sini
3. IMF Ungkap Bahaya Baru Harga Minyak: Kapal Lewat Selat Hormuz Tinggal 10%
International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional memperingatkan tekanan di pasar energi dunia belum berakhir. Salah satu perhatian utama adalah lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz yang turun drastis.
Direktur Departemen Komunikasi IMF Julie Kozack mengatakan, harga minyak dan gas masih berada pada level tinggi. Bahkan, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz saat ini hanya sekitar sepersepuluh dibandingkan kondisi sebelum perang.