Ruben Amorim Ungkap Perubahan AC Milan saat Bangkit Lawan Lazio

Ruben Amorim mengakui AC Milan tampil buruk pada babak pertama melawan Lazio. Ia menjelaskan perubahan strategi yang membawa Rossoneri bangkit dan meraih hasil

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 13 September 2026, 09:57 WIB
Pelatih AC Milan asal Portugal, Ruben Amorim, memberikan isyarat dari pinggir lapangan dalam pertandingan Serie A Italia antara Torino FC dan AC Milan di Stadion Olimpiade Grande Torino di Turin, Italia utara, pada 24 Agustus 2026. (Marco Bertorello/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Ruben Amorim mengakui AC Milan tampil sangat berbeda pada babak pertama dan kedua saat menghadapi Lazio. Rossoneri sempat tertinggal dua gol sebelum bangkit dan mengamankan hasil imbang 2-2 di Stadion Olimpico, Sabtu (12/9/2026).

Lazio tampil dominan sebelum jeda dan mampu mencetak dua gol untuk membuat Milan berada dalam posisi sulit. Namun, perubahan yang dilakukan Amorim pada awal babak kedua mengubah jalannya pertandingan.

Diego Moreira menjadi pemain penting dalam kebangkitan Milan setelah mencetak dua gol hanya dalam waktu tiga menit. Dua gol tersebut lahir melalui sebuah voli dan tembakan first time yang membuat skor kembali sama kuat.

Hasil ini membuat Milan terhindar dari kekalahan pertama bersama Amorim. Pelatih asal Portugal tersebut tetap merasa timnya harus memperbaiki penampilan karena tidak mungkin bermain bagus hanya dalam satu babak.


Amorim Kecewa dengan Babak Pertama Milan

Pemain Lazio Luca Pellegrini (kiri) berebut bola dengan pemain AC Milan Goncalo Ramos dalam pertandingan Liga Italia di Olimpico, Sabtu (12/9/2026). (AP Photo/Alessandra Tarantino)

Amorim menilai Milan tidak menunjukkan energi yang dibutuhkan sepanjang babak pertama. Mereka juga terlalu sering kehilangan bola meski tidak berada dalam tekanan berarti dari Lazio.

Situasi tersebut membuat Lazio lebih mudah mengejar para pemain bertahan Milan. Setelah jeda, Amorim melihat perubahan besar ketika timnya mulai bermain dengan energi dan penguasaan bola yang lebih baik.

"Saya mendengar Gila berbicara setelah pertandingan dan saya sangat senang dengan pemahaman yang dia tunjukkan mengenai pertandingan. Pada babak pertama, kami benar-benar tidak ada di sana. Kami tidak memiliki energi yang tepat," kata Amorim.

"Kami kehilangan begitu banyak bola tanpa tekanan, melalui umpan-umpan sederhana. Kemudian mereka mengejar para pemain bertahan kami, dan dengan Lazzari, mereka menjadi mudah melakukannya. Namun, pada babak kedua, semuanya berbalik. Kami memasukkan energi ke dalam permainan, kami sangat bagus dalam penguasaan bola, dan kami mengendalikan pertandingan," lanjut Amorim.


Amorim Jelaskan Perubahan Permainan Milan

Pelatih AC Milan asal Portugal Ruben Amorim saat pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan AC Milan di Stadion Allianz di Turin pada 7 September 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Perubahan pendekatan membuat Milan mampu mengendalikan tempo setelah turun minum. Mereka tidak hanya bermain lebih cepat ketika dibutuhkan, tetapi juga mampu memperlambat pertandingan untuk menjaga kendali.

Amorim menyebut perubahan tersebut membuat Milan terlihat seperti tim yang berbeda dibandingkan babak pertama. Meski berhasil membawa pulang satu poin, ia tetap menegaskan bahwa penampilan secara keseluruhan belum cukup memuaskan.

Lanjut Baca:

"Kami bermain cepat ketika memang harus cepat, kami mengontrol tempo dan menghentikan permainan ketika memang perlu. Itu adalah tim yang benar-benar berbeda, pertandingan yang benar-benar berbeda," ujar Amorim. "Kami berhasil membawa pulang satu poin, tetapi jika melihat pertandingan secara keseluruhan, kami harus tampil lebih baik karena Anda tidak bisa hanya bermain dalam satu babak," tegas Amorim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya