Liputan6.com, Jakarta - PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 91 miliar hingga semester I 2026. Perseroan mengalokasikan belanja modal Rp 400 miliar-Rp 450 miliar pada 2026.
Belanja modal perseroan pada semester I 2026 digunakan untuk pembukaan toko baru dan renovasi toko existing. Hal ini sejalan dengan rencana perseroan merealisasikan porsi investasi yang lebih besar pada semester II 2026.
Advertisement
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk menargetkan pembukaan 25-30 Azko dan 40-50 toko NEKA sepanjang 2026. Hingga Agustus 2026, perseroan telah membuka 15 toko AZKO dan 16 toko NEKA. Perseroan menyebutkan ekspansi dilakukan secara selektif dengan memperhitungkan potensi pasar, produktivitas toko dan kesiapan operasional.
Adapun hingga semester I 2026, Perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 390,3 miliar, naik 33,3% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Sementara penjualan bersih mencapai Rp 4,5 triliun, tumbuh 6,3% YoY (Year on Year), dengan same store sale growth (SSSG) sebesar 2,2% hingga Juni 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan produktivitas toko, pengelolaan biaya yang disiplin, pengembangan jaringan secara selektif, serta penguatan relevansi produk dan pengalaman pelanggan.
Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Gregory S.Widjaja menuturkan, kinerja yang perseroan capai memberikan fondasi kuat untuk melanjutkan pertumbuhan ke depan.
"Kami melihat masih terdapat peluang untuk terus meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan bisnis secara selektif, serta memperkuat relevansi kami dengan kebutuhan pelanggan. Dengan tetap menjaga disiplin dalam pengelolaan bisnis dan investasi, kami optimis dapat menangkap peluang tersebut secara terukur dan menciptakan nilai jangka panjang,” ujar dia dikutip dari keterangan resmi, ditulis Minggu, (13/9/2026).
Momentum pertumbuhan tetap terjaga hingga Juli 2026, dengan SSSG year to date (Ytd) sebesar 2,0% dan pertumbuhan penjualan sebesar 6,5% YoY, masih dalam target Perseroan untuk 2026, yaitu SSSG 2–4% dan pertumbuhan penjualan 6–8%.
Kinerja Semester I 2026
Sebelumnya, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba hingga semester I 2026. Pertumbuhan kinerja itu didukung dari Same Store Sales Growth (SSSG), pengembangan kapasitas operasional hingga ekspansi jaringan ke berbagai wilayah potensial di Indonesia.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (4/8/2026), penjualan ACES naik 6,3% menjadi Rp 4,5 triliun.
Pada periode sama tahun lalu, penjualan perseroan tercatat Rp 4,26 triliun. Kontribusi penjualan itu dari penjualan sebesar Rp 4,46 triliun hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,19 triliun. Lalu penjualan konsinyasi naik menjadi Rp 77,04 miliar hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 71,60 miliar.
Seiring pertumbuhan pendapatan mendorong kenaikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 33,3% menjadi Rp 390,3 miliar. Periode sama tahun sebelumnya, perseroan meraup laba Rp 292,86 miliar.
Beban pokok penjualan naik 6,24% menjadi Rp 2,38 triliun hingga 30 Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,24 triliun.
Aset Perseroan
Laba kotor perseroan naik 6,4% menjadi Rp 2,14 triliun hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,02 triliun.
Laba usaha menguat 32,3% menjadi Rp 509,8 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 385,38 miliar.
Seiring kinerja itu, laba per saham dasar naik menjadi Rp 22,74 hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 17,06.
Pencapaian ini didukung oleh Same Store Sales Growth (SSSG) sebesar 2,2% secara year-on-year hingga Juni 2026, serta berbagai inisiatif strategis.
Total liabilitas naik menjadi Rp 2,37 triliun hingga Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 1,92 triliun. Ekuitas bertambah menjadi Rp 6,45 triliun hingga semester I 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 6,59 triliun. Aset Perseroan naik menjadi Rp 8,82 triliun hingga Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 8,52 triliun.