Inul Daratista Ungkap Susahnya Bisnis Kosmetik, Karaoke hingga Kuliner, Beda Kelola

Inul Daratista mengungkap perjalanan bisnisnya yang penuh coba-coba, mulai dari kosmetik, tas dan sepatu impor, hingga bisnis kuliner.

oleh Febi Anindya KiranaDiterbitkan 12 September 2026, 18:50 WIB
Inul Daratista membagikan rahasia menjaga body goals. (credit: instagram.com/inul.d)

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan Inul Daratista di panggung bisnis diwarnai oleh beragam uji coba Panjang di berbagai sektor perdagangan. Sebelum mantap membesarkan gerai makanannya, istri Adam Suseno ini sempat mencicipi pasang surut usaha kosmetik hingga penjualan produk mode.

"Sebenernya kalau orang bisnis itu tuh suka mencoba sih, gitu. Cuman aku tuh bolak-balik bakar duit, hilang duit, gitu tuh banyak. Aku pernah usaha apa namanya, kosmetik. Kayaknya memang passion-ku enggak di situ ya, jadi nyoba-nyoba aja gitu. Habis itu ya udah deh urusin kayaknya aku enggak sanggup gitu. Udah," ujar Inul Daratista saat ditemui di kawasan Central Park, Jakarta Barat, Jumat (11/9/2026).


Coba-Coba Berbaga Bisnis Baru yang Cocok

Inul Daratista (KapanLagi.com)

Pencarian arah bisnis tersebut berlanjut saat ia memasarkan aneka tas dan sepatu impor hingga mencapai skala kontainer. Namun, rutinitas perdagangan produk mode tersebut rupanya menimbulkan tingkat stres tinggi dan dirasa kurang selaras dengan minatnya.

"Habis kemarin jualan tas, sepatu gitu ya. Sampai berkontainer-kontainer gitu ya jualin, jualin, jualin. Oh cuma begini, hah stres gitu. Kayaknya kurang gitu lho," katanya.

Inul membeberkan bahwa pengelolaan rumah bernyanyi sesungguhnya memiliki pola pemeliharaan yang jauh lebih ringkas. Titik fokus utama bisnis hiburan keluarga tersebut hanya terletak pada pembaruan perangkat tata suara serta katalog lagunya.

"Bedanya kalau karaoke, karaoke tuh maintenance-nya tuh lebih gampang. Karena apanya yang rusak? AC, ganti AC. Yang penting namanya karaoke tuh harus update adalah suaranya. Yang suaranya enggak enak jadi kayak Krisdayanti, gitu. Yang suaranya enggak enak bisa kayak Judika, gitu. Jadi itu yang harus update," jelasnya.


Tiap Bisnis Beda Kelola

Kondisi sebaliknya justru ia temukan saat mengoperasikan gerai makanan yang menuntut konsistensi rasa secara berkesinambungan. Pemilik bisnis kuliner wajib aktif menghimpun masukan langsung dari para tamu demi menjaga kelezatan santapannya.

"Itu sih kalau menurut aku. Jadi audio system dan juga lagu-lagunya harus update. Kalau karaoke tuh itu. Nah, kalau makanan, yang di-update tuh makanannya gitu. Kalau makanan kadang-kadang aku datang, 'Permisi, makanannya gimana?' gitu," katanya.

"Jadi ya, ada yang kurang atau apa gitu. Jadi masukan juga, jadi itu membuat aku jadi lebih apa ya? Makanya aku bilang, kadang-kadang orang-orang pengusaha itu susah tidurnya di situ gitu. Kadang-kadang mikir 'Opo meneh ya (apa lagi ya)? Opo meneh ya?' gitu," pungkas Inul.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya