IHSG Sepekan Anjlok 1,43% Tersengat Lonjakan Harga Minyak

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan posisi 6.500 pada perdagangan saham 7-11 September 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 September 2026, 17:35 WIB
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham 7-11 September 2026. Analis menilai, koreksi IHSG sepekan didorong harga minyak dunia yang melesat.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu, (12/9/2026), IHSG merosot 1,43% menjadi 6.541,37 dari pekan lalu 6.636,47. Sementara itu, kapitalisasi pasar terpangkas 1,32% menjadi Rp 11.446 triliun dari Rp 11.599 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG melemah 1,43% disertai dengan munculnya tekanan jual. Dari sisi sentimen, pihaknya memperkirakan IHSG dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, menurut Herditya, katalis dominan yang diperkirakan berasal dari kenaikan harga minyak mentah dunia yang menembus US$ 100 per barel akibat eskalasi konflik Timur Tengah dan serangan terhadap infrastruktur energi di Arab Saudi.

“Hal ini dikombinasikan dengan Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang naik 0,4% MoM dan 5,4% YoY serta konsensus consumer price index (CPI) AS di angka 3,4% menimbulkan kekhawatiran investor akan sikap hawkish dari the Fed, di mana secara probabilitas sudah berada di angka 71% untuk kenaikan suku bunga,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Faktor kedua, ia mengatakan rilis cadangan devisa Indonesia masih menjadi bantalan bagi pergerakan IHSG. Cadangan devisa Indonesia tercatat US$ 146,5 miliar pada akhir Agustus 2026. Di mana pergerakan nilai tukar rupiah yang selama sepekan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).Saat ini berada di 17.645 per dolar AS, meskipun rilis data Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) dan penjualan ritel yang belum begitu kuat dan inflasi Agustus 2026 cukup tinggi, tetapi masih berada dalam target Bank Indonesia.

 

Rata-Rata Nilai Transaksi Harian

Ilustrasi IHSG (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Inflasi Agustus 2026 mencapai 0,21% secara bulanan. Sementara itu, secara tahunan atau year-on-year (yoy), Indonesia mengalami inflasi sebesar 3,19%, dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat inflasi sebesar 1,86%.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian juga terpangkas 14,88% menjadi Rp 16,36 triliun dari Rp 19,22 triliun pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian BEI susut 26,34% menjadi 36,09 miliar saham dari 48,99 miliar saham pada pekan lalu.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian juga susut 7,07% menjadi 2,22 juta kali transaksi dari 2,39 juta kali transaksi pada pekan lalu. Investor asing mencatatkan aksi jual saham mencapai Rp 3,36 triliun pada pekan ini. Kondisi ini berbeda dari pekan lalu tercatat aksi beli Rp 2,3 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya