Leila S Chudori Sedih Kisah Laut Bercerita Masih Terasa Relevan hingga Kini

Leila S Chudori juga mengungkap alasan kuat mengapa novel Laut Bercerita perlu diangkat ke medium film.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 12 September 2026, 13:33 WIB
Poster Laut Bercerita. (Pal8 Pictures via Instagram/ filmlautbercerita)

Liputan6.com, Jakarta - Novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita, akan tayang di bioskop Tanah Air pada 29 Oktober 2026 mendatang. Dalam konferensi pers peluncuran poster dan trailer film yang dihelat di Plaza Senayan XXI, Rabu (9/9/2026), salah satu hal yang dibahas adalah sebuah pertanyaan. 

Mengapa cerita Laut Bercerita perlu diangkat ke medium lain, dalam hal ini film?

Leila S Chudori mengungkap bahwa dalam pengamatannya, setelah pandemi, generasi muda saat ini memiliki keinginan yang lebih besar untuk melek sejarah. 

"Ketika milenial dan Gen Z mulai membaca—dari angkatan anak saya—mereka melihatnya lebih 'Oh, ada kejadian-kejadian seperti ini, so I want to read more'. Jadi mereka mencari referensi lain. Film mungkin, atau buku lain, menyangkut hal-hal yang tak tercantum di dokumen resmi," tuturnya. 

Dari pemahaman inilah, posisi film Laut Bercerita dinilai menjadi penting untuk memantik proses ini. "Rupanya menurut milenial dan Gen Z, itu rupanya menjadi jendela untuk menyusuri lebih dalam dan lebih jauh, apa yang tidak terdapat di buku pelajaran sekolah," tuturnya.

Di sisi lain, Leila justru mengaku merasa sedih karena konten dalam novelnya masih terasa dekat dengan situasi saat ini.

"Sebetulnya kita malah harus sedih ya. Sebab  kalau situasinya membaik, kita jadi kayak, 'Ini cerita apa sih? Enggak relate lagi sama masa kini', tapi ini kok relate sekali. Jadi malah actually not a good news, in some ways," ujarnya. 

 


Pemilahan Konten dalam Naskah Film

Pelucuran poster film Laut Bercerita. (Ratnaning Asih/ LIputan6.com)

Untuk naskah film Laut Bercerita, Leila S Chudori terjun langsung dalam penggarapannya. Mantan jurnalis senior Tempo ini bekerja sama dengan sutradara, Yosep Anggi Noen, untuk membedah konten apa saja dari novelnya yang masuk ke dalam film. 

"Hal sejak awal disampaikan Mas Anggi, da itu betul-betul memang valid sekali, bahwa sekarang kita keluarin aja dulu semua di draft satu, dan kita nulisnya bergantian. Kita keluarin aja dulu semua, tapi ada titik di mana kita harus merelakan adegan-adegan yang kita enggak bisa masukin," kata Leila.

Ia menambahkan, "Sebab, kalau dimasukin semua, ya jadinya enam jam gitu kan. Enggak mungkin."


Memang Tak Harus Sama dengan Novelnya

Leila juga berpegang bahwa film Laut Bercerita memang tak harus persis novelnya. Latar belakangnya sebagai kritikus film, juga melatarbelakangi pendapat ini. 

"Jadi saya tahu betul bahwa (film adaptasi) yang bagus itu justru enggak persis banget dengan novelnya. Karena enggak mungkin, yang satu seni kata-kata, sementara ini visual dan audio," jelasnya. 

 

 


Sinopsis Film Laut Bercerita

Laut Bercerita berlatar Yogyakarta akhir 1990-an, dengan suasana di sebuah kampus di Yogyakarta.

Biru Laut (Reza Rahadian), mahasiswa gemar membaca dan menulis yang bergabung dengan kelompok studi Winatra,memperjuangkan kebebasan berekspresi bersama sahabat-sahabatnya, (Kevin Julio), Alex (Ben Nugroho), Sunu (Dewa Dayana).

Hilangnya Laut dan sejumlah kawannya tanpa kabar pada suatu malam mengubah alur cerita menjadi pencarian panjang penuh emosi. Bapak (Arswendy Bening Swara), Ibu (Christine Hakim), serta adik Laut, Asmara Jati (Yunita Siregar), menjalani pencarian jawaban atas hilangnya orang-orang terkasih mereka.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya