PFI Minta Publik Tak Sebar Informasi Belum Terverifikasi Soal Jurnalis Hilang

PFI mengimbau masyarakat dan para pembuat konten tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi terkait hilangnya sejumlah jurnalis di perairan Selat Sunda.

oleh Muhamad Agil AliansyahDiterbitkan 11 September 2026, 21:20 WIB
Pewarta Foto Indonesia (PFI) gelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang kontak di Selat Sunda.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Dwi Pambudo mengimbau masyarakat dan para pembuat konten untuk tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi terkait hilangnya sejumlah jurnalis di perairan Selat Sunda. Dwi meminta para pembuat konten lebih bijak dalam menyampaikan informasi, terutama di tengah proses pencarian masih berlangsung.

"Kami juga mengimbau kepada para pembuat konten-konten yang tidak bertanggung jawab mohon dikurangi, dan kepada masyarakat Indonesia yang tidak selalu membuat pemberitaan yang tidak terverifikasi," kata Dwi Pambudo dalam kegiatan doa bersama diselenggarakan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).

Menurut Dwi, penyebaran informasi tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan keresahan, terutama bagi keluarga para jurnalis yang hingga kini masih menunggu kabar mengenai kondisi mereka.

PFI juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan moral dan doa bagi para jurnalis serta kru kapal masih dalam proses pencarian.

Dwi menekankan pentingnya mengedepankan nilai kemanusiaan selama proses pencarian berlangsung. Dia berharap masyarakat tidak memperkeruh situasi dengan informasi yang belum memiliki kepastian sumber.

"Kami mengharapkan bantuan dari semua insan pers. Mohon nilai-nilai kemanusiaan kita kedepankan dan hindari membahas hal-hal yang tidak penting. Kami membutuhkan doa, dukungan moral, dan optimisme," ujar Dwi.

Doa dan Harapan untuk Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Dalam kesempatan itu, Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang kontak di perairan Selat Sunda, saat melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau, sejak Senin (7/9/2026).

Dwi mengatakan doa bersama tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi para jurnalis yang masih dalam proses pencarian serta keluarga yang menunggu kepastian kondisi mereka.

"Malam ini doa bersama dari Pewarta Foto Indonesia untuk kawan-kawan kami yang meliput di Gunung Anak Krakatau. Harapannya, semoga kawan-kawan kami selamat, sehat, dan kembali ke keluarga," kata Dwi.

Dwi mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan keluarga serta insan pers dari berbagai media massa. PFI juga terus melakukan pendampingan kepada keluarga melalui perwakilan dan perusahaan media masing-masing.

Dia mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk memberikan dukungan moral serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait proses pencarian.

Dido juga menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan Basarnas, Polri, TNI, serta pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terlibat dalam proses pencarian.

Menurut dia, proses pencarian tersebut diharapkan dapat memberikan titik terang sekaligus menjadi pembelajaran untuk memperkuat edukasi dan mitigasi kebencanaan, termasuk bagi jurnalis yang bertugas di wilayah berisiko.

PFI, kata dia, juga berharap agar pengalaman tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dan berbagai lembaga dalam meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan jurnalis saat menjalankan tugas peliputan di wilayah rawan bencana.

"Kami juga berterima kasih kepada semua tim gabungan melalui Basarnas, Polri, dan TNI, beserta pemerintah provinsi dan pemerintah pusat yang selama ini telah mengembangkan pencarian teman-teman kami, dan semoga ada titik terang," tandas dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya