Setir Mobil Tiba-Tiba Berat, Bisa Jadi 4 Komponen Ini Bermasalah

Setir yang terasa kaku, bergetar, hingga mengeluarkan bunyi tertentu bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem kemudi, termasuk as power steering

oleh Muhammad Luthfi Naufal AqilahDiterbitkan 26 September 2026, 07:31 WIB
Ilustrasi Mesin Mobil Credit: unsplash.com/Erik

Liputan6.com, Jakarta - Pernah merasa lingkar kemudi mobil tiba-tiba terasa berat saat hendak memarkir kendaraan? Jangan buru-buru menyalahkan pompa power steering atau kondisi ban. Setir yang terasa kaku, bergetar, hingga mengeluarkan bunyi tertentu bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem kemudi, termasuk as power steering di area rack steer.

As power steering merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kemudi. Komponen ini berperan menyalurkan dorongan mekanis dan tekanan hidrolik agar roda depan dapat bergerak sesuai arah kemudi.

Ketika as mulai aus, terkikis, atau mengalami korosi, respons kemudi dapat menjadi kurang presisi. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan saat mobil bermanuver.

Mengutip informasi Daihatsu, Sabtu (26/9/2026), kerusakan pada poros kemudi umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Masalah tersebut dapat muncul akibat akumulasi berbagai faktor selama mobil digunakan sehari-hari.

Lantas, apa saja penyebab as power steering cepat aus dan bagaimana ciri-cirinya?

1. Oli Power Steering Terkontaminasi atau Bocor

Salah satu faktor yang dapat mempercepat keausan komponen power steering adalah kondisi oli hidrolik yang sudah kotor atau volumenya berkurang.

Oli yang terkontaminasi endapan maupun residu logam tidak lagi bekerja optimal dalam melumasi komponen internal. Kondisi tersebut dapat meningkatkan gesekan antarbagian logam sehingga keausan pada as power steering lebih cepat terjadi.

Karena itu, pemilik mobil perlu memperhatikan kondisi dan volume oli power steering secara berkala. Rembesan oli di sekitar sistem kemudi juga sebaiknya tidak diabaikan.

2. Terlalu Lama Menahan Setir dalam Posisi Full Lock

Kebiasaan memutar kemudi hingga mentok atau full lock juga dapat memberikan beban tambahan pada sistem power steering.

Saat posisi tersebut dipertahankan terlalu lama, tekanan hidrolik dapat meningkat secara signifikan. Kondisi ini berpotensi memberikan beban berlebih pada seal, pompa, dan komponen di dalam sistem kemudi.

Karena itu, ketika melakukan manuver, hindari menahan setir dalam posisi mentok terlalu lama. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi beban kerja sistem power steering.

3. Sering Menghantam Jalan Berlubang

Kondisi jalan juga turut memengaruhi usia komponen sistem kemudi. Hantaman keras ketika melewati lubang atau permukaan jalan yang rusak dapat memberikan beban kejut pada sistem steering dan kaki-kaki kendaraan.

Jika terjadi berulang kali, guncangan tersebut dapat mempercepat keausan berbagai komponen, termasuk bagian yang terhubung dengan sistem kemudi.

Mengurangi kecepatan sebelum melewati jalan berlubang menjadi salah satu cara sederhana untuk meminimalkan beban pada komponen kendaraan.

4. Pompa Power Steering atau Belt Mulai Lemah

Masalah pada pompa power steering dan drive belt juga dapat memengaruhi kinerja sistem kemudi.

Belt yang mulai kendur maupun pompa yang performanya menurun dapat membuat distribusi tekanan hidrolik tidak optimal. Akibatnya, sejumlah komponen sistem kemudi dapat bekerja lebih berat.

Karena itu, pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan pada as power steering. Kondisi pompa, belt, selang, dan komponen pendukung lainnya juga perlu diperiksa ketika muncul gejala kemudi bermasalah.

Ciri-Ciri As Power Steering Mulai Rusak

 

Kerusakan pada as power steering dapat dikenali dari sejumlah gejala yang muncul saat mobil digunakan. Berikut beberapa tanda yang patut diperhatikan:

  • Setir terasa lebih berat, terutama ketika mobil berjalan pada kecepatan rendah atau saat parkir
  • Putaran setir terasa tidak mulus atau seperti menyangkut pada titik tertentu
  • Muncul suara berdengung, berdecit, atau bunyi "krek" ketika lingkar kemudi diputar
  • Setir mengalami getaran yang tidak biasa pada kecepatan tertentu
  • Terdapat rembesan oli di area sekitar sistem power steering atau kolong mobil.

Gejala tersebut tidak selalu berarti as power steering pasti rusak. Komponen lain seperti pompa, belt, tie rod, ball joint, hingga bagian kaki-kaki juga dapat menimbulkan gejala serupa.

Karena itu, pemeriksaan langsung oleh teknisi diperlukan untuk memastikan sumber masalah sebelum melakukan penggantian komponen.

 

Cara Mencegah As Power Steering Cepat Aus

Biaya perbaikan sistem kemudi dapat membengkak jika kerusakan sudah menjalar ke berbagai komponen. Karena itu, perawatan berkala menjadi langkah penting untuk memperpanjang usia sistem power steering.

1. Rutin Memeriksa dan Mengganti Oli Power Steering

Pastikan volume dan kondisi oli power steering sesuai dengan rekomendasi kendaraan. Jika oli sudah kotor atau terdapat indikasi kontaminasi, lakukan penggantian sesuai prosedur dan interval yang dianjurkan.

Pelumas yang bersih membantu menjaga komponen internal sistem hidrolik bekerja dengan baik.

2. Hindari Menahan Setir dalam Posisi Mentok

Saat melakukan manuver, usahakan tidak mempertahankan posisi setir dalam kondisi full lock terlalu lama.

Selain mengurangi beban pada sistem hidrolik, kebiasaan ini juga dapat membantu menjaga komponen power steering tetap bekerja dalam kondisi yang lebih ringan.

3. Kurangi Kecepatan Saat Melewati Jalan Rusak

Jangan menerjang lubang atau jalan bergelombang dengan kecepatan tinggi. Kurangi laju kendaraan dan lewati permukaan jalan yang rusak secara perlahan.

Langkah tersebut tidak hanya membantu menjaga power steering, tetapi juga dapat mengurangi beban pada komponen kaki-kaki mobil.

4. Lakukan Spooring dan Balancing Secara Berkala

Spooring membantu memastikan posisi roda tetap sesuai dengan spesifikasi kendaraan, sementara balancing bertujuan menjaga keseimbangan putaran roda.

Pemeriksaan berkala dapat membantu menemukan ketidaksesuaian pada roda dan kaki-kaki sebelum menimbulkan masalah yang lebih serius pada sistem kemudi.

 

Jangan Abaikan Gejala pada Sistem Kemudi

As power steering memiliki peran penting dalam menjaga respons dan kenyamanan kemudi. Ketika mulai muncul gejala seperti setir berat, bunyi tidak normal, getaran, atau kebocoran oli, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan.

Mendeteksi masalah sejak awal dapat membantu mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih parah. Perawatan rutin juga berpotensi menghemat biaya karena kerusakan komponen yang ringan umumnya lebih mudah ditangani dibandingkan kerusakan yang sudah meluas pada sistem rack steer.

Dengan menjaga kondisi oli, menghindari kebiasaan menahan setir dalam posisi full lock, mengurangi kecepatan di jalan berlubang, serta rutin memeriksa sistem kemudi, pemilik mobil dapat membantu mempertahankan respons setir agar tetap ringan dan presisi.

Pada akhirnya, perawatan sistem kemudi bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan seluruh penumpang.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya