Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan 6.500 kilometer (Km) kabel yang masih semrawut di permukaan Jakarta dapat diturunkan ke bawah tanah.
Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini telah memiliki payung hukum untuk melakukan penataan sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT).
Advertisement
“Sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2025 pada bulan Desember, kita telah mempunyai payung hukum untuk mengatur yang disebut dengan penataan sarana jaringan utilitas terpadu atau SJUT,” kata Pramono di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).
Menurut dia, Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga akan bekerja sama dengan badan usaha swasta untuk merapikan kabel-kabel yang saat ini berada di atas permukaan jalan dengan memindahkannya ke bawah tanah.
“Maka untuk itu, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga dan juga bekerja sama dengan badan usaha-badan usaha yang ada, yang tentunya adalah swasta, ingin melakukan penanganan, penyelesaian apa? Merapikan kabel-kabel yang ada di atas menjadi turun ke bawah,” ujarnya.
Pramono menjelaskan, penataan dilakukan terhadap dua jenis kabel, yakni kabel komunikasi dan kabel listrik. Namun, untuk saat ini kabel komunikasi lebih memungkinkan untuk diturunkan, sedangkan kabel listrik masih membutuhkan waktu karena memerlukan penanganan teknis lebih lanjut.
“Memang yang sekarang ini yang bisa yang sudah bisa diturunkan adalah kabel-kabel yang berkaitan dengan komunikasi. Sedangkan kabel yang berkaitan dengan listrik masih memerlukan waktu,” jelas Pramono.
Dia menyebut bahwa sejumlah penataan kabel komunikasi telah dilakukan di beberapa lokasi. Salah satunya di Jalan Dr Soepomo yang disebut sudah berhasil diturunkan dan dirapikan.
“Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Bina Marga dan tentunya nanti bersama-sama dengan BUMD yang ada di DKI Jakarta untuk membuat perencanaan yang lebih jangka panjang dan strategis,” ujar Pramono.
Harapan Pramono
Pramono menargetkan pekerjaan tersebut dapat dilakukan secara bertahap hingga seluruh kabel di permukaan Jakarta tertangani dalam lima tahun.
Dia mengakui target penataan kabel membutuhkan pekerjaan dalam skala besar karena panjang jaringan yang harus ditangani mencapai sekitar 6.500 kilometer.
“Dan kalau itu bisa diturunkan, maka wajah Jakarta pasti akan sangat berbeda. Apakah 5 tahun itu bisa atau tidak, karena memerlukan kurang lebih 6.500 kilometer yang harus ditangani,” kata dia.