Menteri Transmigrasi Dorong Batam Jadi Contoh Pusat Ekonomi Baru

Pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan II-2026 melampaui Kepulauan Riau dan nasional, tetapi pemerintah ingin manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

oleh Ajang NurdinDiterbitkan 08 September 2026, 12:42 WIB
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat kunjungan ke Kota Batam. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Batam menjadi salah satu contoh yang dilihat pemerintah dalam upaya membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai pengalaman Batam menunjukkan sebuah daerah dapat berkembang ketika investasi, industri, infrastruktur, dan sumber daya manusia bergerak bersama.

Hal itu disampaikan Iftitah menyusul pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 7,28 persen secara tahunan pada Triwulan II-2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau sebesar 6,99 persen dan nasional sebesar 5,29 persen.

“Capaian Batam menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak harus terkonsentrasi di Pulau Jawa. Dengan perencanaan yang tepat, kepastian berusaha, infrastruktur yang memadai, dan sumber daya manusia yang berkualitas, berbagai wilayah di Indonesia mampu tumbuh menjadi pusat ekonomi baru,” ujarnya di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurut Iftitah, pertumbuhan Batam selama ini ditopang oleh industri, investasi, perdagangan, logistik, dan jasa. Namun, ia menekankan keberhasilan suatu daerah tidak seharusnya hanya dilihat dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 7,28 persen patut kita apresiasi. Capaian ini menunjukkan bahwa industrialisasi dan investasi di luar Pulau Jawa mampu menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional,” ujar Menteri Iftitah.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi manfaat yang dirasakan langsung masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, perkembangan usaha lokal, dan terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk naik kelas.

“Target kita bukan sekadar pertumbuhan yang tinggi, tetapi pertumbuhan yang semakin merata dan inklusif. Kemajuan Batam harus membuka lebih banyak pekerjaan, kesempatan berusaha, dan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal serta wilayah sekitarnya,” katanya.

 

Perkuat Sinergi

Iftitah mengatakan pendekatan tersebut juga ingin diterapkan pemerintah melalui kebijakan Transmigrasi Baru. Kawasan transmigrasi, menurut dia, tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat perpindahan dan permukiman penduduk, tetapi dapat dikembangkan menjadi kawasan ekonomi yang terhubung dengan industri, investasi, sumber daya manusia, dan pasar.

Karena itu, Kementerian Transmigrasi akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mendorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di berbagai wilayah.

Bagi Iftitah, Batam memiliki posisi strategis karena berkembang sebagai pusat industri, logistik, dan ekonomi digital yang berhadapan langsung dengan pasar Asia Tenggara.

“Batam telah menunjukkan potensinya sebagai mesin pertumbuhan baru Indonesia. Tugas kita sekarang adalah menjaga momentumnya, memperluas manfaatnya, dan memastikan setiap pertumbuhan benar-benar meningkatkan kualitas hidup rakyat,” pungkas Menteri Iftitah.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya