Prabowo Dapat Laporan Lahan Terbakar Jadi Kebun Sawit

Prabowo memerintahkan aparat penegak hukum untuk menyelidiki pelaku-pelaku kebakaran hutan.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 07 September 2026, 16:36 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk membahas penanganan sejumlah bencana di Istana Kepresidenan, Jakarta. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan bahwa ada unsur kesengajaan membakar lahan sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sangat masif. Prabowo juga menerima laporan lahan-lahan yang terbakar tersebut sudah disulap menjadi kebun kelapa sawit.

Hal ini disampaikan Kepala BNPB Suharyanto saat rapat terbatas (ratas) penanganan bencana alam gempa Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipimpin Prabowo. Rapat digelar secara virtual melalui video conference dari Istana Merdeka Jakarta, Senin (7/9/2026).

"Dan memang di lapangan betul sekali memang ada upaya-upaya kesengajaan dengan cara membakar, kami menangkap di Jambi ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh dengan uang hanya Rp 500 ribu, diberi uang," kata Suharyanto kepada Prabowo.

"Dan kemudian di Kalimantan Barat terlihat di gambar lokasi yang baru saja kebakar, belum selesai kebakarannya di tempat lain, lokasi itu sudah berubah jadi rencana penanaman pohon, pohon sawit," sambungnya.

Prabowo lantas memerintahkan aparat penegak hukum untuk menyelidiki pelaku-pelaku maupun korporasi yang sengaja membakar lahan serta mengubahnya dengan kebun sawit. Prabowo memerintahkan korporasi yang terbukti melakukan pembakaran hutan dicabut izin usahanya.

"Saya tertarik juga habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan apakah ini rakyat atau korporasi, tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, 8 maupun yang 18," jelas Prabowo.

"Dan nanti akan saya minta mungkin Menteri Kehutanan, Menteri ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai. Kalau perlu kita segera cabut semuanya semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya, dan sebagainya," sambung dia.

 

Korporasi Ikut Diselidiki

Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan api yang melalap lahan gambut di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia, Selasa, 11 Agustus 2026. (Foto AP/Stefanus Taman)

Prabowo meminta nama-nama korporasi itu diserahkan kepadanya. Dia menilai tindakan korporasi yang sudah menyebabkan karhutla masif tak dapat ditoleransi.

"Ini sudah kelewatan, saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," tutur Prabowo.

Dalam kesempatan ini, Prabowo sempat bertanya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang jumlah oknum yang ditangkap terkait karhutla. Listyo menyampaikan bahwa sudah ada 138 tersangka yang diamankan dan 18 korporasi diselidiki.

"200 LP yang kami proses, ada 138 tersangka yang kita amanka, 119 sengaja dan 18 lalai, kemudian ada 8 korporasi yang kami proses. Kemudian kami juga sedang melakukan pendalaman terhadap 18 perusahaan," pungkas Listyo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya