Deretan Hoaks yang Menyasar Polisi, Simak Faktanya

Cek Fakta Liputan6.com mengumpulkan sederet hoaks menyeret polisi, simak faktanya dalam artikel ini!

oleh Nur HabibieDiterbitkan 08 September 2026, 09:00 WIB
Polisi juga tak luput dari sasaran hoaks. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks turut menimpa sejumlah pejabat hingga aparat, tak terkecuali terhadap polisi. Salah satu hoaks yang menimpa anggota Korps Bhayangkara yaitu polisi yang sudah menetapkan mantan Presiden Jokowi sebagai tersangka dan bakal dijemput paksa.

Berikut beberapa hoaks lainnya:

1. Cek Fakta: Hoaks Video Polisi Tetapkan Jokowi Tersangka dan Bakal Dijemput Paksa

Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim video polisi tetapkan Jokowi tersangka dan bakal dijemput paksa. Klaim itu ditemukan beredar di Facebook pada 23 Agustus 2026.

Dalam unggahan tersebut terdapat video seorang polisi dengan narasi:

"Kami sudah melakukan pemanggilan, yang pertama yang bersangkutan itu tidak hadir. Dan yang kedua kami sudah melakukan pemanggilan, besok itu harus hadir.

Kalau tidak, sesuai dalam kewenangan Pasal 5 KUHAP yang baru Undang-Undang 20 Tahun 2025 ya, yang disebut perintah membawa. KUHAP yang lama juga ada itu pemanggilan paksa.

Ada juga pemanggilan paksa kalau dia tidak datang besok. Jadi kami jelaskan, karena ini dalam proses penyidikan itu ada mekanisme yang harus kita lalui. Panggil, dalam pemanggilan paksa juga tetap kita memperhatikan HAM."

Dalam video tersebut juga diberikan caption "Jokowi sudah di tetapkan tersangka atas terjadinya banyak kasus di Indonesia".

Lalu benarkah klaim video polisi tetapkan Jokowi tersangka dan bakal dijemput paksa? Simak penelusuran berikut ini...

2. Cek Fakta: Hoaks Video Polisi dari Medan Dapat Bantuan DAP Australia Rp 1 Miliar

Cek Fakta Liputan6.com klaim video polisi dari Medan, Sumatera Utara (Sumut) mendapatkan bantuan DAP Australia Rp 1 miliar. Informasi itu beredar di media sosial Facebook beberapa waktu lalu.

Dalam unggahannyya terdapat video seorang polisi berdiri di depan Gereja dengan narasi sebagai berikut:

"Shalom, saudara saudari yang dikasihi Tuhan. Saya Abraham, dari Medan, Sumatra Utara, salah satu penerima dana bantuan dari Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty sebesar Rp 1 miliar. Puji Tuhan sudah berhasil saya terima, bagi saudari ku yang di sana ingin nomor bapak pendetanya, bisa langsung hubungi saya".

Akun itu menambahkan narasi:

"Shalom Haleluya Bapak/Ibu Terima kasih atas dana bantuan DAP Australia yang disalurkan oleh Bapak Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty, Semoga bantuan ini menjadi penguat bagi kita semua untuk tetap berharap tetap bersatu, Mari kita gunakan dengan bijak dan terus saling mendukung sebagai satu keluarga dalam iman.Tuhan Memberkati🙏"

Lalu benarkah klaim video polisi dari Medan, Sumut mendapatkan bantuan DAP Australia Rp 1 miliar? Simak penelusuran berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Artikel Kejaksaan dan Polisi Akan Panggil Semua Yang Hadir dalam Reuni UGM dengan Jokowi

Beredar di media sosial postingan artikel yang mengklaim Kejaksaan dan Polisi akan memanggil semua yang hadir dalam reuni UGM dengan Jokowi. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 28 Juli 2025.

Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari CNN Indonesia berjudul:

"Kejaksaan dan Polisi akan panggil semua yangg hadir di reuni UGM dgn Jokowi. Jika semua yang hadir bukan alumni UGM bisa dipidana di atas hukuman 8 tahun penjara."

Akun itu menambahkan narasi:

"KEJAKSAAN DAN POLISI AKAN PANGGIL SEMUA YANG HADIR DI REUNI UGM DENGAN JOKOWI"

Lalu benarkah postingan artikel yang mengklaim Kejaksaan dan Polisi akan memanggil semua yang hadir dalam reuni UGM dengan Jokowi? Simak penelusuran berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya