Liputan6.com, Semarang: Dua orang tewas terpanggang dalam kobaran api yang membakar lima rumah toko di Kranggan, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/7) dini hari. Korban yang tewas dalam kondisi hangus adalah pemilik Toko Jangkrik, Yanto Widodo dan Nani Linawati. Sedangkan dua anggota keluarganya lolos dari maut karena keluar dari jendela berkat bantuan warga sekitar. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Warga yang tertidur pulas dikejutkan oleh si jago merah yang mengamuk sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka panik. Pasalnya bangunan di kawasan pertokoan itu berdempetan dengan rumah-rumah penduduk. Api baru bisa diatasi setelah petugas pemadam kebakaran mengerahkan sembilan armada. Pemadaman agak tersendat karena sumber air jauh dari lokasi kebakaran. Dua korban kebakaran baru berhasil dievakuasi empat jam kemudian. Sejauh ini, penyebab kebakaran masih diselidiki polisi.
Juni silam, ruko milik Teddi Wijaya di Kompleks Harmoni Mas Blok C Nomor 18-C, Jalan Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara, terbakar. Empat orang tewas dalam musibah yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB ini. Mereka adalah istri Teddi, Angsanti yang sedang hamil muda dan anaknya bernama Pujianto, 14 tahun, serta karyawan toko, Eka Kurwasih dan Neneng [baca: Sebuah Ruko di Penjaringan Terbakar, Empat Tewas]. Api diperkirakan berasal dari hubungan pendek arus listrik di lantai satu dan merembet ke lantai dua.(TNA/Solikun)
Warga yang tertidur pulas dikejutkan oleh si jago merah yang mengamuk sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka panik. Pasalnya bangunan di kawasan pertokoan itu berdempetan dengan rumah-rumah penduduk. Api baru bisa diatasi setelah petugas pemadam kebakaran mengerahkan sembilan armada. Pemadaman agak tersendat karena sumber air jauh dari lokasi kebakaran. Dua korban kebakaran baru berhasil dievakuasi empat jam kemudian. Sejauh ini, penyebab kebakaran masih diselidiki polisi.
Juni silam, ruko milik Teddi Wijaya di Kompleks Harmoni Mas Blok C Nomor 18-C, Jalan Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara, terbakar. Empat orang tewas dalam musibah yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB ini. Mereka adalah istri Teddi, Angsanti yang sedang hamil muda dan anaknya bernama Pujianto, 14 tahun, serta karyawan toko, Eka Kurwasih dan Neneng [baca: Sebuah Ruko di Penjaringan Terbakar, Empat Tewas]. Api diperkirakan berasal dari hubungan pendek arus listrik di lantai satu dan merembet ke lantai dua.(TNA/Solikun)