Ini Robot Humanoid Pertama Dunia yang Kantongi 3 Sertifikasi Uni Eropa

Ini menjadi tonggak penting bagi robot humanoid asal Tiongkok dalam memenuhi standar kepatuhan global dan mendukung implementasi komersial

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 07 September 2026, 15:13 WIB
Mornine menjadi robot humanoid pertama di dunia yang memperoleh tiga sertifikasi dan standar Uni Eropa yang mencakup aspek hardware dan software. (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Robot humanoid Mornine yang dikembangkan AiMOGA Robotics mencatatkan pencapaian baru di industri robotika global. Mornine disebut menjadi robot humanoid pertama di dunia yang memperoleh tiga sertifikasi dan standar Uni Eropa yang mencakup aspek hardware dan software.

Tiga standar tersebut mencakup CE-MD (Machinery Safety Directive), EN 18031 (Cybersecurity and Data Protection), dan CE-RED (Radio Equipment Directive).

Pencapaian ini sekaligus melengkapi sertifikasi internasional yang sebelumnya telah dikantongi Mornine, termasuk FCC (Federal Communications Commission) dari Amerika Serikat.

Rangkaian sertifikasi tersebut memperkuat kesiapan AiMOGA untuk memperluas pemasaran dan implementasi robot humanoid Mornine di pasar Eropa. Di sisi lain, pencapaian ini menjadi salah satu langkah penting bagi robot humanoid asal China dalam memenuhi standar kepatuhan global.

President of Chery International sekaligus President of AiMOGA Robotics, Zhang Guibing, mengatakan sertifikasi bagi AiMOGA bukan sekadar persyaratan administratif.

"Bagi AiMOGA Robotics, sertifikasi tidak pernah sekadar menjadi tahapan administratif, melainkan menjadi awal perjalanan sebuah robot menuju penerapan di dunia nyata."

Menurutnya, keselamatan, keandalan sistem operasional, serta perlindungan data menjadi prioritas dalam pengembangan teknologi robotika AiMOGA.

Keberhasilan Mornine memenuhi standar Uni Eropa untuk aspek hardware dan software, lanjut Zhang, menjadi bukti komitmen perusahaan untuk menghadirkan teknologi robotika yang dapat diterapkan dan dipercaya dalam berbagai kebutuhan nyata.

Pemenuhan standar internasional Mornine dilakukan melalui penilaian TÜV Rheinland, lembaga pengujian, inspeksi, dan sertifikasi independen yang telah diakui secara global.

Berikut tiga standar utama Uni Eropa yang berhasil dipenuhi Mornine:

CE-MD (Machinery Safety Directive)

Sertifikasi ini mencakup penilaian terhadap aspek keselamatan robot, mulai dari keselamatan mekanis, kelistrikan, hingga fungsional.

Penilaiannya mencakup desain mekanis secara keseluruhan, pengembangan sistem, serta integrasi hardware dan software untuk memenuhi standar keselamatan internasional.

EN 18031 (Cybersecurity and Data Protection)

EN 18031 merupakan standar baru yang diperkenalkan berdasarkan Radio Equipment Directive Uni Eropa, khususnya Delegated Act Article 3.3 d,e.

Mornine disebut menjadi robot humanoid pertama di dunia yang memenuhi EN 18031-1:2024 untuk cybersecurity dan EN 18031-2:2024 untuk data protection.

CE-RED (Radio Equipment Directive)

Standar ini mencakup pengujian kompatibilitas elektromagnetik serta stabilitas sinyal pada modul komunikasi. Pemenuhan standar tersebut ditujukan untuk mendukung pengoperasian robot secara stabil, termasuk dalam lingkungan komersial yang kompleks.

Selain standar Uni Eropa, Mornine juga telah memperoleh sertifikasi FCC dari Amerika Serikat. Sertifikasi tersebut mencakup ketentuan teknis terkait frekuensi radio dan interferensi elektromagnetik pada perangkat komunikasi nirkabel.

 

Indonesia Jadi Salah Satu Pasar Potensial

AiMOGA tidak hanya mengandalkan sertifikasi sebagai bukti kesiapan teknologi. Perusahaan menyebut produk dan solusi robotikanya kini telah diterapkan dalam lebih dari 100 skenario penggunaan nyata (real-world use cases) di berbagai sektor industri di seluruh dunia.

Mornine sendiri telah diterapkan di jaringan diler otomotif di Indonesia, Malaysia, dan Afrika Selatan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari ekspansi global AiMOGA yang kini telah menjangkau lebih dari 60 negara dan wilayah.

Di Asia Tenggara, AiMOGA juga terus memperluas kehadirannya melalui ekspansi di Indonesia dan Malaysia, partisipasi dalam Automation Thailand, serta peluncuran AI Robot Experience Center di Vietnam.

Berbagai pengalaman implementasi teknologi robotika tersebut turut diperlihatkan AiMOGA dalam ajang World Robot Conference (WRC) 2026 di Beijing.

Dalam pameran tersebut, AiMOGA mendemonstrasikan implementasi teknologi robotikanya melalui koneksi secara real-time dengan berbagai lokasi dan skenario penggunaan.

Demonstrasi tersebut memperlihatkan penerapan teknologi robotika di sejumlah lingkungan nyata, mulai dari jalan raya perkotaan dan ruang pelayanan publik hingga jaringan diler otomotif di berbagai negara.

Mornine, misalnya, telah digunakan untuk menjalankan sejumlah fungsi, seperti pemanduan, layanan konsultasi, penerimaan tamu, hingga mendukung interaksi dengan pelanggan di lingkungan ritel otomotif.

Dengan pengalaman implementasi di berbagai sektor, AiMOGA melihat Indonesia sebagai salah satu pasar yang memiliki potensi besar untuk pengembangan solusi robotika.

Penggunaannya tidak terbatas pada industri otomotif. Teknologi robot humanoid juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan di sektor ritel, layanan kesehatan, layanan publik, serta berbagai kebutuhan operasional yang membutuhkan interaksi langsung antara manusia dan teknologi.

AiMOGA menilai kombinasi antara inovasi teknologi, pemenuhan standar internasional, serta pengalaman implementasi di berbagai skenario nyata dapat menjadi modal untuk memperluas penggunaan robot humanoid di pasar global.

Dengan pencapaian sertifikasi tersebut dan pengalaman implementasi di lebih dari 100 skenario penggunaan, AiMOGA terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan robotika global sekaligus mitra teknologi bagi berbagai industri, termasuk di Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya