PSIM Yogyakarta Tertahan di Laga Perdana, Sempat Demam Panggung

PSIM Yogyakarta ditahan 1-1 oleh Persita. Van Gastel mengakui timnya gugup sehingga akurasi umpan buruk.

oleh Ana DewiDiterbitkan 05 September 2026, 23:13 WIB
Ekspresi para pemain Persita Tangerang saat laga kontra PSIM Yogyakarta pada pekan pertama BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9/2026). (Media Persita)

Liputan6.com, Jakarta - PSIM Yogyakarta gagal membawa pulang kemenangan pada pekan pembuka BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram bermain imbang 1-1 menghadapi Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (5/9/2026) sore WIB.

Persita membuka keunggulan lebih dulu lewat Luquinhas pada menit ke-49, sebelum PSIM menyamakan kedudukan melalui sepakan Adrian Purzycki di menit ke-84.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menilai performa timnya di awal laga belum berada pada level yang diharapkan, terutama pada aspek distribusi bola.

"Kami memulai pertandingan dengan sedikit gugup. Akurasi umpan kami sangat rendah. Banyak umpan yang buruk. Karena itulah kami sangat kesulitan dalam menguasai bola," ujar Van Gastel seusai laga.

Ia juga menyebut salah satu kekuatan utama tim justru tidak muncul pada pertandingan ini. "Menurut saya, itu adalah salah satu kekuatan kami, tetapi hari ini justru menjadi kelemahan. Setelah babak pertama, Persita mencetak gol yang mudah," lanjutnya.


Tiga Pengganti Mengangkat Energi Tim

Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel. (Bola.com/Ana Dewi)

Usai kebobolan, PSIM sempat kesulitan kembali menemukan ritme. Menurut Van Gastel, perubahan arah permainan mulai terlihat tepat sebelum dirinya melakukan tiga pergantian pemain.

"Setelah itu kami sedikit kesulitan untuk masuk kembali ke dalam permainan. Tepat sebelum saya mengganti tiga pemain, kami mulai bermain sebagaimana mestinya," katanya.

Ia menilai masuknya tiga pemain pengganti menjadi pembeda. "Menurut saya perbedaan besarnya ada pada tiga pemain pengganti tersebut. Mereka membawa banyak energi, karakter, dan semangat. Pemain lainnya pun ikut terangkat oleh mereka."

Melihat alur pertandingan, Van Gastel menilai hasil yang didapat mencerminkan jalannya laga. "Secara keseluruhan, saya merasa kami tidak pantas kalah dan hasil imbang ini jika melihat jalannya laga adalah skor yang adil," sambung pelatih asal Belanda tersebut.


Purzycki Minta PSIM Lebih Sabar

Gelandang PSIM Yogyakarta, Adrian Purzycki. (Bola.com/Ana Dewi)

Gelandang PSIM asal Polandia, Adrian Purzycki, mengamini bahwa babak pertama berjalan tidak ideal. Ia menyebut tim perlu beradaptasi lebih baik terhadap situasi di lapangan pada pertandingan perdananya bersama PSIM.

"Saya pikir dari sudut pandang pemain dan ini adalah pertandingan pertama saya di sini, babak pertama seperti yang dikatakan pelatih, sedikit kacau. Kami harus beradaptasi dengan apa yang terjadi di lapangan," ucap Purzycki.

"Di babak kedua kami bisa mengendalikannya sedikit lebih baik, tetapi di saat yang sama kami kebobolan gol. Ya, dalam pertandingan seperti ini saya rasa kami harus lebih sabar. Lawan sedang menunggu kesalahan kami "

"Jadi, semakin banyak kesalahan yang kami buat, semakin besar peluang lawan untuk mengambil alih permainan. Dalam beberapa kesempatan, kami membiarkan lawan melakukan hal itu terlalu sering."

"Namun secara keseluruhan, kami memiliki beberapa peluang yang seharusnya bisa menjadi gol. Ya, menyongsong pertandingan berikutnya, saya pikir kami akan berjuang untuk meraih tiga poin," imbuh dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya