Sinabung Siaga, Warga Karo Diminta Segera Mengungsi

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung kini menjadi Level III.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 05 September 2026, 10:30 WIB
Dua pria menyaksikan Gunung Sinabung menyemburkan abu dan asap tebal dari wilayah Karo, Provinsi Sumatra Utara, Rabu, 2 September 2026. (AFP/ YT Haryono)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, segera mengungsi ke lokasi aman menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung menjadi Level III (Siaga).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, status Siaga ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak terjadinya letusan besar pada Senin, 31 Agustus 2026. Saat itu, erupsi melontarkan kolom abu hingga 3.500 meter di atas puncak.

Berdasarkan pengamatan petugas Pos Pemantauan Gunung Api Sinabung pada Jumat, 4 September 2026 periode pukul 12.00-18.00 WIB, asap kawah utama teramati berwarna putih tebal dengan ketinggian sekitar 300 hingga 500 meter dari atas puncak.

"Pemerintah daerah bersama unsur terkait mengarahkan warga yang berada di kawasan terdampak abu vulkanik untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman serta mendistribusikan masker untuk meminimalkan risiko kesehatan," kata dia, dikutip Sabtu (5/9/2026), seperti dilansir dari Antara.

Berton mengatakan, sebaran abu vulkanik telah berdampak signifikan terhadap permukiman dan lahan pertanian di Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, serta Desa Payung, Kecamatan Payung.

 

Ratusan Jiwa Terdata Mengungsi

Anak-anak berangkat sekolah a dengan latar belakang Gunung Sinabung yang menyemburkan abu dan asap tebal, sebagaimana terlihat dari Karo, Provinsi Sumatra Utara, Rabu, 2 September 2026. (AFP/ YT Haryono)

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi hingga Jumat, 4 September 2026, sebanyak 208 kepala keluarga atau 650 jiwa telah terdata sebagai pengungsi. Dari jumlah tersebut, 405 jiwa berada di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

Untuk menjaga keselamatan warga, Pemerintah Kabupaten Karo melalui BPBD, Satpol PP, TNI, dan Polri mensterilkan sejumlah kawasan yang masuk zona bahaya, termasuk Danau Lau Kawar. Petugas juga melakukan penyiraman debu di pusat Kota Berastagi dan menyiagakan Desa Payung untuk mengantisipasi evakuasi susulan apabila aktivitas erupsi meningkat.

"Dari hasil patroli, kawasan tersebut dipastikan tidak terdapat pengunjung," ungkap Berton.

Selain itu, penanganan darurat meliputi aktivasi dapur umum tiga kali sehari dan pemenuhan pasokan air bersih. Pemerintah juga menyesuaikan kegiatan belajar mengajar siswa SD Negeri 040475 Tiga Serangkai yang kini berada di lokasi pengungsian.

"Desa Payung, Kecamatan Payung, untuk sementara ditetapkan dalam kondisi siaga. Pelajar tingkat SMP yang bersekolah di luar desa untuk sementara mendapat layanan antar-jemput oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karo," kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya