Chery Kembangkan Baterai Solid-State, Uji Coba Dimulai 2027

Baterai solid-state yang dikembangkan Chery bakal uji coba pada mobil Exeed ES8.

oleh M. Ridwan MaulanaDiterbitkan 06 September 2026, 12:00 WIB
Ilustrasi Chery (carnewschina.com/sohu)

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan teknologi baterai mobil listrik makin ketat. Chery bakal membawa teknologi baterai solid-state ke kendaraan untuk menjalani pengujian mulai 2027.

Langkah tersebut disampaikan Chairman Chery, Yin Tongyue, dalam ajang World Power Battery Conference 2026 yang berlangsung di Yibin, Sichuan, China, pada 3 September 2026.

Chery juga menyiapkan investasi besar untuk mengembangkan teknologi tersebut. Seperti dilansir dari laman Car News China, Minggu (4/9/2026) dana yang dialokasikan untuk penelitian dan pengembangan baterai solid-state mencapai 10 miliar yuan atau sekitar 1,5 miliar dolar AS.

Dalam pengembangannya, Chery menempatkan aspek keselamatan sebagai salah satu syarat utama sebelum teknologi baru digunakan pada kendaraan.

Yin Tongyue menegaskan perusahaan tidak akan memasukkan teknologi ke mobil apabila tingkat keamanannya belum memenuhi standar yang ditetapkan.

Langkah Chery ini menjadi bagian dari pengembangan baterai generasi berikutnya yang diharapkan dapat menawarkan kepadatan energi lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Sebelumnya, pada Maret 2026, Chery memperkenalkan lini baterai Rhino S dengan sejumlah varian sel yang memiliki kepadatan energi antara 400 Wh/kg hingga 600 Wh/kg.

Menariknnya, Chery mengklaim teknologi tersebut berpotensi memungkinkan mobil listrik menempuh jarak hingga 1.500 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Untuk tahap awal, Chery menyebut kepadatan energi sel solid-state yang telah dicapai berada di angka 400 Wh/kg. Sementara itu, teknologi baterai solid-liquid atau semi-solid dijadwalkan mulai dipasang pada kendaraan pada kuartal IV 2026.

Exeed ES8 Jadi Mobil Pengujian

Menariknya, Exeed ES8 yang dikabarkan akan menjadi mobil pertama yang menggunakan teknologi baterai solid-state untuk pengujian di jalan.

Mobil tersebut sebelumnya telah diperkenalkan secara terbatas oleh Chery sebagai salah satu model yang disiapkan untuk menguji teknologi baterai generasi baru.

Dari sisi produksi, anak perusahaan Chery, Anwa New Energy Technology, juga telah memulai produksi percobaan untuk sampel rekayasa sel baterai solid-state. Fasilitas tersebut memiliki rencana kapasitas produksi sekitar 1,25 GWh per tahun.

Menariknya, Anwa juga mendapat dukungan dari Gotion High-Tech, salah satu pemain industri baterai di China.

Perusahaan tersebut menargetkan produksi massal sel dengan kepadatan energi 500 Wh/kg pada 2027.

Langkah Chery ini menujukan bahwa ia semakin serius untuk bersaing di persaingan perkembangan baterai solid-state yang ketat di pasar China.

Sejumlah produsen seperti CATL, BYD, Geely, Gotion High-Tech, Farasis Energy, dan CALB juga tengah mengarah pada pengujian teknologi serupa pada 2027.

Dengan pengujian langsung di kendaraan mulai 2027, Chery akan memasuki tahap penting untuk membuktikan apakah teknologi baterai solid-state yang dikembangkan mampu bekerja secara aman dan konsisten dalam penggunaan nyata, atau sebaliknya. Hal ini dilakukan sebelum nantinya diterapkan secara lebih luas pada kendaraan produksi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya