Jorge Martin Optimistis Meski Dikejar Marc Marquez di MotoGP 2026

Jorge Martin tetap memimpin klasemen MotoGP 2026 meski menghadapi tantangan dari Marc Marquez dan kesulitan di Aragon.

oleh Arif Anggara MulyaDiterbitkan 03 September 2026, 20:07 WIB
Pembalap Spanyol dari tim Trackhouse MotoGP, Raul Fernandez (kiri), menyemprotkan sampanye untuk merayakan kemenangannya di podium bersama pembalap Spanyol dari tim Aprilia Racing yang menduduki posisi kedua, Jorge Martin (kanan), usai balapan MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris tengah, pada 9 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Jorge Martin masih berada di puncak klasemen MotoGP 2026, meskipun ia mengakui bahwa dirinya masih dalam proses belajar bersama tim Aprilia. Ia menggambarkan situasi ini sebagai sesuatu yang "gila".

Martin sebelumnya berhasil meraih dua kemenangan di Le Mans, namun setelah itu hanya mencatat satu kemenangan Sprint dari 16 balapan dan gagal naik podium di Aragon.

Walaupun demikian, Martin tetap optimis bahwa performa Aprilia dan dirinya akan kembali ke jalur yang tepat. Ia percaya dapat mempertahankan keunggulan atas Marc Marquez dalam perburuan gelar MotoGP.

Martin juga absen pada MotoGP Aragon musim lalu karena cedera, tetapi ia tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan atas kesulitannya di Aragon tahun ini, di mana ia finis kelima pada Sprint dan balapan utama.

"Itu bukan alasan karena ada beberapa balapan yang tidak saya ikuti tahun lalu, tetapi saya tetap bisa tampil cepat," ujar Jorge Martin kepada MotoGP.com dan dilansir dari Crash, Kamis (3/9/2026). 


Tetap Butuh Bantuan

Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin, merayakan kemenangannya di podium setelah memenangkan balapan Sprint Grand Prix MotoGP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 9 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Martin mengakui mengalami kesulitan di Aragon. Timnya berusaha menjaga semuanya tetap sederhana dengan tidak melakukan banyak perubahan pada motor. Namun, ia merasa masih membutuhkan bantuan untuk meraih hasil yang lebih baik.

"Bahkan Marco (Bezzecchi), yang menurut saya hampir menjadi favorit, juga mengalami kesulitan selama balapan," lanjut Martin.

Menurut pembalap berusia 28 tahun itu, situasi seperti ini adalah bagian dari persaingan dalam satu musim, di mana Aprilia tidak selalu dalam kondisi yang sama di setiap seri.

"Beberapa balapan, kami (Aprilia) lebih baik. Pada beberapa balapan lainnya, kami lebih buruk," katanya.


Sambut Misano dengan Optimisme

Martin memilih untuk mengambil pelajaran dari hasil balapan sebelumnya dan berusaha membangun kembali kecepatan serta kepercayaan dirinya. Ia menatap seri berikutnya di Misano dengan penuh optimisme.

"Yang terpenting adalah belajar, terus membangun kecepatan dan kepercayaan diri, lalu menuju seri berikutnya dengan optimisme," ujar Martin.

Juara dunia 2024 ini juga yakin akan peluangnya di Misano, mengingat ia menyukai karakter sirkuit tersebut dan percaya bahwa tingkat grip yang tinggi akan sesuai dengan Aprilia serta gaya balapnya.

Lanjut Baca:

"Misano adalah trek yang sangat saya sukai, tempat kami memiliki banyak grip. Saya pikir dengan Aprilia dan gaya saya, kami bisa bangkit dan kembali cepat," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya