Iliman Ndiaye Berubah Drastis, Dari Gagal di Marseille hingga Menjadi Rekrutan Mahal

Iliman Ndiaye mengalami masa sulit di Marseille, Everton jadi titik balik

oleh Aulia RafaDiterbitkan 03 September 2026, 08:30 WIB
Pemain baru Manchester City, Iliman Ndiaye. (X/Manchester City)

Liputan6.com, Jakarta - Iliman Ndiaye mengalami perubahan karier cukup drastis dalam kurun waktu dua tahun. Pemain asal Senegal tersebut sempat meninggalkan Marseille setelah menjalani musim mengecewakan, tetapi kini justru bersiap bergabung dengan Manchester City dalam transfer yang nilainya £65 juta.

Manchester City dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Everton untuk mendatangkan Ndiaye senilai £60 juta ditambah bonus sekitar £4,3 juta. Jika seluruh bonus terpenuhi, transfer pemain berusia 26 tahun bisa mencapai £65 juta.

Proses transfer terwujud dengan cepat setelah sebelumnya Tottenham Hotspur berada di posisi terdepan untuk mengamankan jasanya. Kesepakatan dengan Spurs kemudian gagal. sementara Manchester City langsung memanfaatkan situasi setelah gagal mendatangkan target utama mereka, Cody Gakpo.


Masa Sulit di Marseille

Amad Diallo menarik Iliman Ndiaye dalam laga Premier League antara Manchester United vs Everton di Old Trafford, 25 November 2025. (AP Photo/Dave Thompson)

Perjalanan sang penyerang bersama Marseille sebenarnya dimulai dengan harapan besar. Ia didatangkan dari Sheffield United pada 2023 dengan nilai sekitar £14,5 juta, tetapi hanya satu musim kemudian Marseille memilih menjualnya setelah Ndiaye mencatatkan empat gol dan lima assist dari 46 penampilan.

Performa tersebut jauh dari ekspektasi saat dirinya membela Sheffield United. Namun, label flop yang melekat pada dirinya saat di Marseille tidak sepenuhnya menggambarkan situasi yang terjadi karena sepanjang musim 2023-2024 klub mengalami kondisi tidak stabil.

Ndiaye mengalami perubahan posisi berkali-kali, mulai dari sektor sayap, pemain pendukung hingga ditempatkan di tengah. Pergantian pelatih dan sistem permainan membuatnya kesulitan menemukan konsistensi, ditambah tekanan karena kembali ke klub yang ia dukung sejak kecil.


Everton Jadi Titik Balik

Gelandang Manchester United, Manuel Ugarte (kiri), bersiap mengoper bola saat gelandang Everton, Iliman Ndiaye (kanan), mencoba menghadang pada pertandingan Premier League Summer Series, Senin, 4 Agustus 2025, di Atlanta. (AP Photo/Colin Hubbard)

Saat kembali ke Inggris, Ndiaye mulai menemukan kembali performa terbaiknya bersama Everton. Bermain di sisi kiri, berhasil membuktikan dirinya bahwa mampu membawa bola dan membantu serangan dalam perubahan situasi. Konsistensi tercermin dari torehan 15 gol dalam 67 pertandingan liga, dengan sembilan gol pada musim pertama dan enam gol pada musim berikutnya.

Performanya juga membuat Ndiaye menjadi peran penting di timnas Senegal. ia menjadi salah satu bagian dari rotasi lini serang Senegal dan mengantarkan negaranya meraih gelar AFCON 2025. Salah satu kontribusinya hadir ketika ia mencetak gol ke gawang Mali pada babak perempat final. 

Manchester City kemudian tertarik untuk mendatangkan sang pemain dan dilihat bisa lebih dari sekedar opsi rotasi. Kepergian Savinho dan Omar Marmoush serta persoalan kebugaran Jeremy Doku membuat City membutuhkan pemain sayap yang bisa bermain di kedua sisi, kuat dalam situasi satu lawan satu, dan mampu menyesuaikan diri dengan formasi 4-3-3 berbasis penguasaan bola.

Hanya dalam dua tahun, Ndiaye berubah dari pemain yang mengalami masa sulit menjadi rekrutan bernilai tinggi Manchester City dengan harga transfer sekitar empat kali lipat dari nilai saat ia meninggalkan klub asal Prancis tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya