Liputan6.com, Jakarta - Gempa magnitudo 4,4 mengguncang Kabupaten Cianjur, Selasa (1/9/2026) pukul 17.53 WIB. Pusat gempa di darat, termasuk kategori gempa dangkal.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Hartanto mengatakan, gempa Cianjur berkategori shallow earthquake atau gempa bumi dangkal. Sementara, BMKG belum mendapati adanya indikasi kemunculan gempa bumi susulan (aftershock).
Advertisement
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Aktif," ujar Hartanto pada keterangan tertulis.
Adapun pemicu utama terjadinya guncangan merupakan pergerakan dari aktivitas sesar aktif lokal, membentang di wilayah daratan Cianjur dan sekitarnya. BMKG sampai saat ini belum mendapatkan laporan kerusakan bangunan dampak dari guncangan gempa.
"Karakteristik gempa dangkal inilah membuat getaran terasa cukup kuat dan menyebar luas, bahkan hingga menjangkau wilayah Jabodetabek meski magnitudonya terbilang sedang," terangnya.
Adapun guncangan gempa dirasakan di berbagai wilayah Jawa Barat dengan tingkat kekuatan yang bervariasi. Untuk wilayah Cianjur (Skala III – IV MMI) dengan getaran dirasakan nyata.
Pada Kota Sukabumi, Nagrak, Warung Kondang, Cimahi, dan Cilaku, getaran di dalam rumah terasa jelas, mirip dengan sensasi saat ada truk besar melintas. Kota Bandung, Sukaraja, hingga Cibubur masuk kategori skala II MMI dengan getaran dirasakan beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Pada area Jakarta, getaran paling banyak dirasakan warga atau pekerja yang berada di dalam gedung-gedung bertingkat, khususnya di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
BMKG meminta masyarakat diimbau untuk tetap tenang, memilah informasi guna tidak terprovokasi isu liar yang belum terbukti kebenarannya. Masyarakat senantiasa memantau kanal informasi resmi BMKG untuk update kebencanaan terkini.