Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez menaruh perhatian khusus terhadap MotoGP Indonesia 2026 yang akan digelar di Sirkuit Mandalika. Menurut juara dunia bertahan tersebut, Indonesia secara historis menjadi salah satu seri paling sulit dalam kalender MotoGP baginya.
Advertisement
Marquez berada dalam momentum positif dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026. Kemenangan pada dua lomba seri Aragon akhir pekan lalu membantunya memangkas jarak dengan pemuncak klasemen, Jorge Martin, menjadi hanya 19 poin.
Hasil tersebut menjadi kebangkitan penting bagi Marquez setelah ajang sebelumnya di Silverstone, Inggris. Saat itu, dia hanya finis kesembilan dalam sprint race dan ketujuh pada balapan utama.
Ketika ditanya mengenai seri-seri yang berpotensi menjadi tantangan dalam sisa musim 2026, Marquez memilih untuk tidak terlalu jauh melihat ke depan. Marquez menilai sebagian besar sirkuit lain dalam kalender MotoGP 2026 masih cukup sesuai dengan karakteristiknya.
Namun, ada satu yang membuatnya khawatir. “Balapan demi balapan,” ujar Marquez dilansir Crash. “Secara historis, Indonesia adalah yang terburuk bagi saya karena setiap tahun saya memiliki kenangan buruk dari sana.”
“Selain itu, saya merasa oke dengan sirkuit-sirkuit lainnya. Jadi, balapan demi balapan. Sekarang saya harus memulihkan diri dari balapan ini dan berkonsentrasi ke Misano,” katanya.
Kenangan Buruk Marc Marquez
Kekhawatiran Marquez terhadap MotoGP Indonesia bukan tanpa alasan. Selama tampil di sana, Sirkuit Mandalika menghadirkan pengalaman buruk bagi pembalap asal Spanyol tersebut.
Pada edisi 2022, Marquez bahkan tidak dapat tampil dalam balapan setelah mengalami gegar otak akibat kecelakaan keras saat sesi pemanasan. Setahun kemudian, ia kembali gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami kecelakaan.
Di 2024, masalah teknis membuat Marquez kembali gagal meraih hasil maksimal dan tidak mampu menyelesaikan balapan utama.
Nasib buruk berlanjut pada MotoGP Indonesia 2025. Marquez terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi yang membuatnya tersingkir dari balapan. Kecelakaan tersebut bahkan menyebabkan cedera patah tulang bahu.
Marc Marquez Pede Buru Gelar Juara Dunia
Kemenangan ganda di Aragon menjadi kesuksesan ketiga Marquez menyapu bersih balapan pada musim ini. Sebelumnya, ia juga meraih hasil serupa di Hungaria dan Jerman, sementara kemenangan balapan utama di Republik Ceko turut memperkuat posisinya dalam persaingan gelar.
Marquez menyadari bahwa peluangnya untuk mengejar Martin sangat bergantung pada kemampuannya memanfaatkan setiap sirkuit yang menguntungkan.
“Seperti yang saya katakan, jika kami ingin memiliki peluang minimal untuk bertarung memperebutkan kejuaraan, di sirkuit yang bagus bagi kami, kami tidak boleh kehilangan poin,” ujar Marquez.
“Itulah yang kami lakukan akhir pekan ini. Ini merupakan sirkuit yang bagus dan kami mendapatkan hasil terbaik. Bahkan Martin sedikit kesulitan akhir pekan ini.”
Meski berhasil memangkas jarak, Marquez tidak menganggap persaingan sudah berada di tangannya. Ia justru memperkirakan Martin dan Bezzecchi akan menjadi ancaman serius pada bagian akhir musim.
“Saya yakin Martin dan Marco akan sangat cepat di bagian akhir musim ini,” tuturnya.