Liputan6.com, Jakarta - Mitsubishi Motors Malaysia menghadirkan penyegaran menarik untuk lini kendaraan niaga ringkasnya. Mitsubishi Triton Single Cab kini tersedia dengan pilihan transmisi otomatis 6-percepatan, memberikan alternatif baru bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan pekerja dengan pengoperasian lebih praktis.
Kehadiran Triton Single Cab AT ini menjadi jawaban bagi pelaku usaha yang menginginkan kendaraan operasional tangguh, tetapi tidak ingin pengemudi terus-menerus mengoperasikan transmisi manual, terutama saat melewati rute panjang maupun medan berat.
Advertisement
Mengutip laman Paultan, Kamis (3/9/2026), Mitsubishi Triton Single Cab AT dipasarkan di Malaysia dengan harga RM107.980 atau sekitar Rp380 jutaan. Harga tersebut hanya terpaut RM3.000 dibandingkan varian dengan transmisi manual.
Meski mendapatkan transmisi otomatis, karakter Triton sebagai kendaraan pekerja tetap dipertahankan. Mobil pikap kabin tunggal ini masih mengandalkan mesin 2,4 liter turbodiesel yang menghasilkan tenaga maksimal 184 PS dan torsi puncak 430 Nm.
Besarnya tenaga dan torsi tersebut disalurkan melalui sistem penggerak empat roda Easy Select 4WD. Sistem ini menyediakan tiga pilihan mode, yakni 2H, 4H, dan 4L, sehingga pengemudi dapat menyesuaikan penggerak dengan kondisi medan yang dihadapi.
Menariknya, rear differential lock atau pengunci diferensial belakang juga menjadi perlengkapan standar. Fitur tersebut tentunya membantu meningkatkan kemampuan traksi ketika Triton digunakan untuk melibas medan yang sulit.
Kemampuan angkut juga menjadi salah satu keunggulan utama Triton Single Cab. Bak belakang memiliki dimensi 2.340 x 1.580 x 515 mm dan mampu membawa muatan hingga 1.145 kilogram.
Dengan kapasitas tersebut, Triton Single Cab menyasar kebutuhan operasional seperti proyek, perkebunan, pertambangan, maupun berbagai sektor usaha yang membutuhkan kendaraan dengan daya angkut besar.
Untuk mendukung penggunaan di medan berat, Mitsubishi membekali Triton Single Cab AT dengan pelek kaleng berukuran 17 inci. Pelek tersebut dipadukan dengan ban All-Terrain (AT) berukuran 265/65.
Kombinasi tersebut mempertegas karakter Triton sebagai kendaraan niaga yang mengutamakan ketangguhan dan kemampuan melibas berbagai kondisi permukaan jalan.
Di bagian interior, pendekatan praktis juga masih terasa. Mobil ini menggunakan jok kulit vinil berwarna hitam yang relatif mudah dibersihkan. Sementara itu, area bak belakang mendapatkan bedliner untuk membantu melindungi permukaan bak dari aktivitas bongkar-muat.
Salah satu pembeda utama Triton Single Cab AT dibandingkan versi manual adalah hadirnya sensor parkir mundur sebagai perlengkapan bawaan.
Fitur sederhana tersebut cukup relevan untuk kendaraan dengan konfigurasi kabin tunggal dan bak belakang yang panjang. Sensor parkir dapat membantu pengemudi ketika melakukan manuver mundur di area sempit maupun lokasi kerja.
Kelengkapan Lainnya
Dari sisi keselamatan, Mitsubishi juga membekali Triton Single Cab dengan tiga airbag, termasuk airbag lutut untuk pengemudi.
Kehadiran sejumlah fitur tersebut menunjukkan bahwa kendaraan komersial tidak lagi harus identik dengan karakter yang serba sederhana.
Mitsubishi mencoba menggabungkan kemampuan kerja dengan sejumlah fitur yang meningkatkan kemudahan dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Masuknya transmisi otomatis pada Mitsubishi Triton Single Cab juga menunjukkan adanya perubahan kebutuhan di segmen kendaraan komersial.
Selama ini, kendaraan operasional untuk proyek, perkebunan, hingga medan berat lebih sering diasosiasikan dengan transmisi manual. Konfigurasi tersebut dianggap lebih sederhana dan sesuai dengan karakter kendaraan pekerja.
Namun, transmisi otomatis menawarkan keuntungan dari sisi kepraktisan. Pengemudi tidak perlu terus mengoperasikan pedal kopling dan tuas transmisi, sehingga beban fisik saat berkendara dapat dikurangi.
Bagi perusahaan dengan armada operasional, hal tersebut berpotensi memberikan nilai tambah, khususnya ketika kendaraan digunakan dalam perjalanan panjang atau menghadapi kondisi lalu lintas yang padat sebelum menuju lokasi kerja.
Strategi Mitsubishi menghadirkan Triton Single Cab AT pun berpotensi menjadi pemicu perubahan di pasar kendaraan niaga Asia Tenggara. Perpaduan antara kapasitas angkut besar, sistem penggerak 4WD, kemampuan medan berat, dan transmisi otomatis membuat mobil pekerja kini tidak lagi harus mengorbankan aspek kepraktisan dan kenyamanan.
Dengan harga sekitar Rp380 jutaan di Malaysia, Triton Single Cab AT menawarkan pilihan menarik bagi pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan niaga tangguh sekaligus lebih mudah dikendarai.