Liputan6.com, Jakarta - Kabar perpisahan rumah tangga Anthony Xie dan Audi Marissa resmi terkonfirmasi setelah pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengonfirmasi adanya gugatan cerai yang dilayangkan Audi Marissa terhadap sang suami. Kuasa hukum Anthony Xie, Rendi Rumapea, membenarkan kabar tersebut saat ditemui awak media di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut penjelasan Rendi, gugatan cerai dengan nomor perkara 940 itu resmi didaftarkan pada pertengahan Agustus 2026, tepatnya sekitar 11 Agustus 2026. Sidang perdana atas perkara ini dijadwalkan berlangsung pada 3 September 2026 pukul 10.00 WIB dengan agenda mediasi, dan kemungkinan besar kedua pihak, Anthony Xie dan Audi Marissa, akan hadir langsung di persidangan.
Advertisement
Sudah Sepakat Berpisah Baik-Baik
Rendi Rumapea menjelaskan bahwa sebelum gugatan cerai resmi didaftarkan ke pengadilan, Anthony Xie dan Audi Marissa sebenarnya telah lebih dulu bertemu dan mencapai kesepakatan tertulis untuk mengakhiri rumah tangga mereka secara baik-baik.
"Betul, jadi antara Audi dan Anthony sudah bertemu sebelum ada gugatan cerai, dan sudah membuat kesepakatan tertulis bahwa mereka akan selesai dengan baik-baik, dan fokus untuk pengasuhan anak," ujar Rendi.
Dalam pertemuan tersebut, Rendi mengungkapkan bahwa pembahasan soal harta gono-gini maupun hak asuh anak sebenarnya sudah dibicarakan antara kedua pihak, namun ia enggan membeberkan detailnya kepada publik.
"Untuk di pertemuan semuanya sudah dibahas, namun karena itu ranah privat, jadi kami tidak bisa sampaikan di sini," kata Rendi.
Hak Asuh Anak Masih Dibagi Secara Internal
Terkait posisi anak saat ini, Rendi memastikan bahwa baik Anthony Xie maupun Audi Marissa tetap memberikan perhatian dan kasih sayang kepada buah hati mereka, tanpa merinci pihak mana yang saat ini memegang hak asuh utama.
"Masing-masing tetap memberikan kasih sayangnya," ujar Rendi.
Soal pembagian waktu antara anak dengan masing-masing orang tua, Rendi menyebut hal tersebut akan diatur secara internal oleh Anthony dan Audi sendiri, tanpa perlu diumumkan secara detail ke publik.
"Untuk pembagian jadwal itu nanti jadi internal mereka, hanya saja bisa dipastikan komunikasi baik untuk anak," kata Rendi.