Liputan6.com, Nikosia - Sedikitnya delapan orang tewas dan 18 lainnya masih dinyatakan hilang setelah sebuah kapal feri terbalik di lepas pantai Siprus Utara. Kapal tersebut membawa sekitar 270 orang ketika mulai kemasukan air tak lama setelah meninggalkan pelabuhan.
Dikutip dari Al Jazeera, Senin (31/8/2026), prioritas utama dalam operasi yang masih berlangsung adalah menemukan para penumpang yang belum diketahui keberadaannya. Koresponden Al Jazeera, Resul Serdar, melaporkan bahwa pengerahan besar-besaran untuk pencarian dan penyelamatan telah dilakukan di wilayah kejadian oleh komando penjaga pantai Siprus Utara.
Advertisement
Penjaga pantai mengerahkan kapal penumpang, lima unit pemanduan, serta dua helikopter. Angkatan Laut Turki juga mengirim enam unit kapal untuk membantu operasi pencarian.
Presiden Siprus Utara Tufan Erhurman menyebut insiden tersebut sebagai bencana maritim terburuk yang pernah dialami Siprus. Ia mengatakan sebanyak 267 orang, termasuk awak kapal, berada di atas feri dan 241 orang telah berhasil diselamatkan. Kapal yang terbalik itu kini berada di kedalaman 514 meter atau sekitar 1.690 kaki di bawah permukaan laut.
Di tengah upaya pencarian korban hilang, kepolisian telah menahan kapten dan tujuh anggota awak kapal.
Menteri Transportasi Siprus Utara Erhan Arikli mengatakan sejumlah penumpang menyampaikan tuduhan terhadap awak kapal, termasuk klaim bahwa pintu kapal dikunci dan kapten melarikan diri dari kapal.
Penumpang lainnya mengatakan kapal mulai kemasukan air tidak lama setelah meninggalkan pelabuhan. Mereka juga menuding awak kapal tidak mengindahkan peringatan yang telah disampaikan.
Arikli mengatakan kementeriannya akan melakukan penyelidikan terpisah dari penyelidikan kepolisian.
Feri bergaya katamaran tersebut berangkat dari kota yang dikenal sebagai Kyrenia dalam bahasa Yunani dan Girne dalam bahasa Turki pada pukul 12.30 waktu setempat, Minggu.
Beberapa kilometer dari pantai, kapal mulai tenggelam. Kapten kemudian mengeluarkan panggilan darurat sehingga penjaga pantai dan otoritas pelabuhan mengirim tim penyelamat.
Rekaman televisi Turki memperlihatkan kapal dalam posisi terbalik di laut. Sejumlah orang yang mengenakan pelampung terlihat berada di atas lambung kapal yang berwarna oranye. Kondisi cuaca dilaporkan cerah, sementara sejumlah kapal berada di sekitar lokasi untuk memberikan bantuan.
Pemerintah Siprus Utara juga telah mengaktifkan layanan kesehatan untuk mengantisipasi kebutuhan para korban yang berhasil diselamatkan. Kementerian Kesehatan mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan agar layanan penyelamatan dan kesehatan dapat merespons dengan cepat. Rumah sakit di wilayah tersebut juga telah diberi tahu untuk memberikan penanganan medis yang diperlukan.