Dari Anyaman Bambu, Sulastri Menjaga Mimpi Anaknya

Perbaikan sejumlah fasilitas di sekolah menjadi angin segar bagi anak-anak di daerah untuk belajar dengan lebih nyaman.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 24 Agustus 2026, 05:47 WIB
Bantuan itumenjadi bagian dari perhatian terhadap keluarga dan lingkungan tempat anak-anak tumbuh.

Liputan6.com, Jakarta - Setiap pagi, anak-anak di Dlingo, Bantul, Yogyakarta, datang ke sekolah dengan rutinitas yang hampir sama. Mereka belajar, bermain bersama teman, lalu pulang ketika pelajaran selesai.

Di balik rutinitas itu, ada sekolah yang terus berusaha memenuhi kebutuhan para siswanya meski sejumlah fasilitas masih membutuhkan perbaikan. Salah satunya SMP Taman Dewasa 2 Dlingo, Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Sekolah tersebut menjadi tempat belajar anak-anak di kawasan sekitar, termasuk anak Sulastri, seorang perajin bambu yang sehari-hari membantu menopang ekonomi keluarganya.

Bagi keluarga seperti Sulastri, sekolah bukan sekadar tempat anak menghabiskan waktu setelah meninggalkan rumah. Pendidikan menjadi bagian penting dari harapan agar anak memiliki kesempatan yang lebih baik di kemudian hari.

Namun, untuk memastikan proses belajar berjalan nyaman, kondisi lingkungan sekolah juga tidak bisa diabaikan.

Sejumlah fasilitas di sekolah membutuhkan perhatian dan perbaikan. Kebutuhan tersebut kemudian mendapat dukungan melalui bantuan perbaikan fasilitas pendidikan sehingga lingkungan sekolah diharapkan menjadi lebih layak bagi para siswa.

Bantuan itu menjadi bagian dari perhatian terhadap keluarga dan lingkungan tempat anak-anak tumbuh. Salah satu penerima manfaatnya adalah anak Sulastri yang bersekolah di sana.

Bagi Sulastri, pendidikan anak tetap menjadi salah satu hal yang ingin dijaganya di tengah kesibukannya membuat kerajinan bambu dan memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saya bersyukur anak saya bisa tetap sekolah. Bantuan ini membuat saya merasa ada yang ikut memperhatikan perjuangan kami. Saya ingin anak saya terus belajar dan punya kesempatan untuk meraih cita-citanya di tempat yang baik,” ungkap Sulastri.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary mengatakan, perhatian terhadap pendidikan merupakan bagian dari upaya memperluas manfaat pemberdayaan masyarakat.

“Kami melihat perjuangan Ibu Sulastri bukan hanya tentang bagaimana beliau menjalankan usaha, tetapi juga bagaimana seorang ibu berusaha memastikan anaknya tetap mendapatkan pendidikan yang layak,” kata Dodot.

 

Pemberdayaan Keluarga

Menurut Dodot, keberadaan fasilitas pendidikan yang memadai turut mendukung tumbuh kembang anak-anak.

Karena itu, dukungan terhadap lingkungan pendidikan perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan keluarga.

“Usahanya kita bantu tumbuh, keluarganya kita perhatikan, dan masa depan anak-anaknya juga harus memiliki ruang untuk tumbuh,” tambahnya.

Bagi anak-anak di sekolah tersebut, perbaikan fasilitas pada akhirnya bukan sekadar soal bangunan atau sarana yang terlihat lebih baik. Lingkungan yang lebih layak memberi mereka ruang untuk menjalani kegiatan belajar dengan lebih nyaman.

Di sisi lain, bagi orang tua seperti Sulastri, sekolah yang terus berbenah memberi keyakinan bahwa anak-anak mereka memiliki tempat yang layak untuk belajar.

Setiap pagi, rutinitas itu pun kembali berjalan. Anak-anak datang ke sekolah, mengikuti pelajaran, bermain bersama teman, lalu pulang.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya