Pencarian Korban Banjir Nepal Berlanjut di Tengah Kerusakan Infrastruktur

oleh Arie BasukiDiterbitkan 27 Agustus 2026, 22:57 WIB
Pencarian Korban Banjir Nepal Berlanjut di Tengah Kerusakan Infrastruktur
Tim penyelamat di Nepal dan Tibet terus mencari ratusan orang yang hilang setelah banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal-China pada Rabu (26/8/2026). Banjir dan material lumpur dilaporkan menerjang permukiman hingga setinggi beberapa lantai setelah runtuhnya gletser. Sedikitnya 356 orang tewas dan lebih dari 1.300 orang masih hilang. Di Nepal, sebanyak 353 orang meninggal dan 826 orang dilaporkan hilang, termasuk 517 warga asing. Sementara di Tibet, tiga orang tewas dan 558 orang hilang. Kerusakan puluhan jembatan dan hampir 25 mil jalan turut menghambat proses pencarian dan evakuasi.
Seorang polisi bersama anjing pelacak mengamati kerusakan pascabanjir bandang di Devighat, distrik Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. (Foto AP/Niranjan Shrestha)
Polisi Nepal mengawasi saat alat berat menyingkirkan puing-puing akibat banjir bandang di distrik Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. (Foto AP/Niranjan Shrestha)
Alat berat menyingkirkan puing-puing akibat banjir bandang di distrik Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. (Foto AP/Niranjan Shrestha)
Warga setempat berjalan melewati rumah-rumah yang terendam lumpur akibat banjir bandang di Devighat, Kotamadya Bidur, Distrik Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. (AFP/ Prabin Ranabhat)
Alat berat menyingkirkan puing-puing akibat banjir bandang di distrik Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. (Foto AP/Niranjan Shrestha)
Jenazah seorang korban terbaring di atas tandu pascabanjir bandang di Devighat, distrik Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. (Foto AP/Niranjan Shrestha)
Para penyintas yang diselamatkan dari banjir bandang dibawa ke tempat yang lebih aman di distrik Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. (Foto AP/Niranjan Shrestha)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya