Liputan6.com, Jakarta - Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026). Namun, pengalihan arus tidak akan dilakukan jika kondisi lalu lintas tetap lancar.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah mengatakan, rekayasa lalu lintas hanya diberlakukan jika kondisi di lapangan membutuhkan pengaturan atau pengalihan arus.
Advertisement
“Apabila harus dilakukan rekayasa, itu sifatnya situasional dan terbatas. Apabila kondisi lalu lintas lancar, tidak kami lakukan pengalihan arus,” ujar Firman dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
Firman mengatakan, personel Ditlantas Polda Metro Jaya telah disiapkan di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas apabila terjadi kepadatan akibat pergerakan massa.
“Namun apabila harus dilakukan pengalihan di beberapa titik, kami pastikan petugas sudah berada pada titik-titik tersebut untuk memberikan petunjuk dan arahan,” ujarnya.
Dia mengimbau pengguna jalan mengikuti petunjuk petugas apabila rekayasa lalu lintas diterapkan.
Sementara itu, Firman memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya masih aman dan kondusif.
“Kami memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya saat ini dalam kondisi aman dan kondusif,” pungkasnya.
18.504 Personel Disiapkan
Sebanyak 18.504 personel disiapkan untuk mengawal aksi unjuk rasa di sejumlah titik Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Pengamanan dilakukan di sejumlah zona untuk mengantisipasi konsentrasi massa dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E.P. Hutagalung memimpin langsung pengamanan aksi di Zona 1, kawasan Ring 1 DPR/MPR RI. Pengamanan dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Sementara Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana memimpin pengamanan di wilayah hukum Polsek Metro Gambir.
Sejumlah titik yang menjadi perhatian pengamanan antara lain kawasan kompleks DPR/MPR RI hingga Fly Over Semanggi, Pintu Escape SPARK, TVRI, Hotel Mulia, Asia Afrika, Gerbang Pancasila, Palmerah, Stasiun Palmerah, Masjid DPR, Gedung LHK, BPK RI, Lorong Warga, hingga Ladokgi Atas.
Personel juga disiagakan di kawasan Bundaran HI dan Dukuh Atas untuk mengantisipasi pergerakan massa dan dampaknya terhadap arus lalu lintas.